PAMEKASAN – Fahrul, peserta Pendidikan dan Latihan Dasar (Diklatsar) Banser ke-10 Satuan Koordinasi Cabang (Satkorcab) Pamekasan, bersedih lantaran Panitia Pelaksana tidak mengijinkannya untuk mengikuti prosesi pembaretan pada kegiatan kaderisasi dasar Banser tersebut.
Bukan tanpa alasan, pelarangan tersebut dikarenakan delegasi GP. Ansor Palengaan itu kesehatannya sempat down hingga dirawat di Puskesmas setempat.
“Sahabat (panggilan akrab untuk anggota Banser. Red.) ini kemarin diopname selama 24 jam. Sebenarnya dia belum bisa pulang dari Puskesmas, tapi dia maksa untuk ikut kegiatan,” papar Wakil Kepala Satkorcab Banser Pamekasan, H. Hafid, Minggu (29/10/2017) dini hari.
Remaja 18 tahun itu sempat menolak ketika ia diminta untuk beristirahat di tempat yang disediakan panitia.
“Saya sehat, ‘ndan (komandan. Red.). Saya nggak apa-apa. Saya sanggup ikut pembaretan,” katanya kepada Sudarsono, Ketua GP. Ansor Palengaan, sambil terisak.
Pembaretan adalah prosesi terakhir dalam Diklatsar. Kegiatan ini merupakan pengukuhan bagi peserta untuk menjadi anggota Banser. Pembaretan kali ini mengusung misi menyelamatkan seorang kiai pengasuh pesantren yang diculik oleh penjahat dengan rintangan sesuai pos yang dibagi menjadi empat.
Diklatsar kali ini dilaksanakan di Desa Kramat, Kecamatan Tlanakan. Menurut agenda, kegiatan yang dimulai sejak Kamis (26/10/2017) malam ini akan ditutup secara resmi hari ini jam 08:00.
Reporter: Ahnu
Editor: Hassan Al-Mandury
