KEDIRI – KH. Anwar Iskandar, Wakil Rois Syuriah PWNU Jawa Timur dalam sambutan pembukaan Konferwil NU Jawa Timur, mewakili KH. Anwar Manshur, Rois Syuriah PWNU Jawa Timur, menyebutkan tiga tugas utama NU dan Nahdliyin.
Kiai Anwar menyebutkan, pertama yakni mempertahankan, melestarikan dan memperjuangkan Islam Ahlussunnah Wal Jamaah an-Nahdliyah di bumi Nusantara, Indonesia.
“Ajaran Islam Ahlu Sunnah Wal Jamaah adalah peninggalan Rasulullah, sahabat dan ulama yang harus kita jaga,” jelas Pengasuh Pondok Pesantren Al-Amin, Kediri, Jawa Timur tersebut.
Tugas warga NU yang kedua yaitu menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dari Sabang sampai Merauke. Menurut Kiai Anwar, hal seperti ini sudah dicontohkan oleh ulama-ulama yang berpegang teguh pada ajaran Islam Ahlussunnah Wal Jamaah.
“Berani angkat senjata seperti Pangeran Diponegoro. Itu zaman perang dengan menggunakan fisik dan jihad seperti resolusi jihadnya KH. Hasyim Asy’ari,” tambahnya.
Kiai Anwar Iskandar menegaskan, jika NU harus ada di garda terdepan menjaga NKRI. Jihad saat ini yakni melawan radikalisme dan aliran yang tidak sesuai dengan Pancasila,” tegasnya.
Tugas yang ketiga yakni, menjadikan NU sebagai alat untuk mensejahterakan masyarakat. Sejahtera dalam kesehatan, sejahtera dalam pendidikan dan umat tidak berada pada garis kemiskinan.
Di akhir sambutannya, Kiai Anwar menghimbau kepada seluruh Nahdliyin, agar dalam berjuang bersama NU dan mengamalkan tiga tugas yang diamanahkan oleh Rois Syuriah PWNU Jawa Timur, selalu ikhlas dan tawakkal kepada Allah. Sebab pada akhirnya, semua usaha dan upaya akan dikembalikan kepada Allah.
Reporter : Abror
Editor : Taufiqurrahman

