News

Wakil Ketua PCNU Pamekasan Sesalkan Insiden Penurunan Banner PMII IAIN Madura

PAMEKASAN — Terkait penurunan banner Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Madura yang sampai membuat robek lambang organisasi oleh salah satu dosen, Jumat (15/11/2019) lalu merupakan suatu kesalahan yang tidak bisa ditolerir.

Hal itu disampaikan Wakil Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Pamekasan, Ustaz H. Munafi’, Rabu (20/11/2019), saat ditemui di kantor PCNU Pamekasan, Jl. R. Abd. Aziz, No. 95, Jungcangcang, Pamekasan, Jawa Timur.

Menurutnya, setiap organisasi kemahasiswaan, tidak hanya PMII, mempunyai harkat, martabat dan idealisme. Maka, tidak dibenarkan segala bentuk tindakan yang dapat merendahkan ataupun menistakan organisasi.

“Kita sebagai insan kampus atau pernah duduk di dunia kampus sangat paham, bahwa setiap organisasi punya harkat dan martabat, serta idealisme perjuangan. Tidak dibenarkan siapapun merendahkan dan menistakan, walaupun itu hanya pada lambang organisasi, sehingga pelakunya harus diberi sanksi,” tegasnya.

Munafi’ menambahkan, menjadi suatu hal yang wajar, jika kemudian kader-kader PMII IAIN Madura melakukan aksi turun jalan, guna menyikapi insiden tersebut.

“Kita lihat hukum sebab akibat. Kader PMII ingin mempertahankan hak dan Idealisme perjuangannya. Mereka menuntut keadilan, yang terpenting tidak anarkis, tidak ada kekerasan, dan itu oleh siapapun harus dijadikan pelajaran ke depan agar hati-hati, tidak main-main dengan simbol perjuangan mahasiswa, apalagi oknumnya pernah juga menjadi mahasiswa,” lanjutnya.

Lebih lanjut, Munafi’ menyebutkan, persoalan pro dan kontra isu yang berkembang terkait aksi turun jalan merupakan hal biasa. Ia mengungkapkan, pro dan kontra itu tergantung pada sudut pandang masing-masing.

“Akan tetapi, bagi yang tidak setuju harus melihat juga, siapa yang memulai. Kalau istilah dalam dunia pendidikan itu ada guru, yaitu digugu dan ditiru, atau guru kencing berdiri murid kencing berlari. Lagian, mahasiswa yang demo belum tentu mahasiswanya dia,” pungkasnya.


Reporter: Lukman (NUO.19-031)
Editor: Ahnu