PAMEKASAN — Wakil Rais Syuriah Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Pasean, KH. Al Anwari Khalil memberikan motivasi kepada nahdliyin agar tetap semangat merawat Nahdatul Ulama (NU). Ia mengungkapkan, NU dilahirkan dari tangan Waliyullah.
Hal itu disampaikan oleh Kiai Al Anwari saat menjadi pembicara kajian keislaman pada kegiatan rutinan Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) dan Gerakan Pemuda (GP) Ansor Desa Dempo Timur, Kecamatan Pasean, Kabupaten Pamekasan, Selasa malam (15/03/21).
“NU itu keramat, karena didirikan oleh para wali-wali Allah. Kita sebagai warga, pengurus harus bangga kepada NU sebagai organisasi Islam yang sangat besar sampai ke seluruh negara di dunia, NU dapat berkiprah dalam membangun peradaban dan menciptakan perdamaian,” ucapnya.
Anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pamekasan itu juga menambahkan, agar seluruh pengurus NU dan badan otonom (Banom) terus semangat mengabdi dan membesarkan organisasi.
“Mari kita sama-sama seluruh pengurus mulai dari tingkatan paling atas sampai ranting untuk terus berupaya membiasakan amalan yang bermanfaat, mengedepankan musyawarah sesama dengan memohon petunjuk para sesepuh atau orang yang dianggap mampu menyambungkan kita kepada Rasulullah SAW sehingga keinginan kita dapat tercapai,” ajaknya.
Sementara itu, Ketua PR GP Ansor Desa Dempo Timur mengatakan, kegiatan rutin ini digelar setiap bulan dengan agenda pembacaan surat Yasin dan tahlil bersama dilanjutkan kajian keislaman.
“Alhamdulillah kegiatan bulanan di Ranting Dempo Timur terus eksis berjalan, dengan harapan melalui kegiatan ini menanamkan semangat kader dan loyalitas kader NU dan GP Ansor. Semoga senantiasa berjalan dengan istiqomah,” pungkasnya.
Selain diikuti para pengurus Ranting NU dan GP Ansor Desa Dempo Timur, tampak hadir juga para kader dan anggota Banser. Turut hadir juga pengurus Pimpinan Anak Cabang (PAC) GP Ansor Kecamatan Pasean: Moh. Bakir Shaleh (Ketua), Abd. Khaliq (Kepala BAANAR) dan Gus Akhmad Fauzi (Ketua MDS Rijalul Ansor) beserta masyarakat setempat.
Reporter: Habibiy
Editor: Redaktur

