NEWS

Wakili Pamekasan, Tiga Kader IPPNU Tampil di Duta PW IPPNU Jatim

PAMEKASAN — Semangat kaderisasi dan kualitas pelajar putri Nahdlatul Ulama kembali menunjukkan tajinya. Tiga kader terbaik Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kabupaten Pamekasan dipercaya tampil mewakili daerah dalam ajang Duta Pimpinan Wilayah (PW) IPPNU Jawa Timur (Jatim), forum prestisius yang menjadi ruang aktualisasi diri sekaligus representasi intelektual, karakter, dan nilai ke-NU-an pelajar putri se-Jawa Timur.

Keikutsertaan ketiga dara itu bukan sekadar membawa nama pribadi, melainkan juga amanah organisasi dan identitas pelajar NU Pamekasan. Mereka hadir sebagai wajah kader muda yang tidak hanya aktif di struktur, tetapi juga memiliki kapasitas akademik, sosial, serta kepemimpinan yang mumpuni.

Warosatil Jannah, salah satu delegasi IPPNU Pamekasan asal Pimpinan Anak Cabang (PAC) Kecamatan Galis, mengaku bersyukur sekaligus haru atas kesempatan tersebut. Ia bahkan tidak menyangka bisa berada di titik ini, karena merasa masih baru mengenal organisasi.

“Tentu saya sangat bersyukur. Awalnya juga seperti tidak percaya. Saya terbilang baru hitungan bulan mengenal, belajar, dan berkembang di IPPNU, karena di pesantren dulu tidak ada organisasi seperti ini. Tapi sejak awal saya benar-benar falling in love dengan IPPNU,” tuturnya, Senin (26/01/2026)

Dara yang akrab disapa Ocha itu melanjutkan, persiapan menuju ajang ini tidak hanya soal penampilan, tetapi juga pembentukan kapasitas diri secara menyeluruh sebagai kader.

“Yang dipersiapkan bukan hanya materi, tapi juga manajemen waktu, tanggung jawab, dan wawasan yang lebih luas tentang NU dan IPPNU, termasuk isu-isu kekinian. Tak kalah penting adalah kesiapan mental dan sikap, karena ini juga bagian dari pembangunan karakter diri sebagai branding kader,” jelas Ocha.

Bagi mahasiswi Program Studi (Prodi) Pendidikan Bahasa Arab (PBA) di Universitas Islam Negeri (UIN) Madura ini, keikutsertaannya pada ajang tersebut bukanlah tujuan akhir, melainkan awal perjalanan pengabdian yang lebih panjang di organisasi.

“Harapan saya, ini bukan jembatan terakhir untuk berkontribusi, tapi justru titik awal langkah saya untuk terus mengembangkan kapasitas diri, organisasi, dan menjadi proses untuk terus tumbuh, memberi, berkembang, serta berkhidmat kepada NU,” ujarnya.

Di akhir wawancara, Ocha mengajak seluruh kader IPPNU, khususnya di Pamekasan, agar berani mengambil kesempatan dan tidak takut berkembang.

“Teruslah belajar dan jangan membatasi diri. Belajar bukan hanya di kelas, tapi juga dari pengalaman, organisasi, dan pengabdian sosial. Setiap ada kesempatan, ambil saja. Jangan takut mencoba, gagal, lalu bertumbuh. Jadikan ilmu sebagai bekal, akhlak sebagai kompas, dan kontribusi sebagai tujuan. Salam 3B: Belajar, Berjuang, Bertakwa,” pungkasnya.


Reporter: Asrofi

Editor: Redaktur