PAMEKASAN — Warga NU diminta tidak terpengaruh gerakan yang memojokkan NU melalui fitnah dan pernyataan yang mendiskreditkan organisasi bentukan para ulama itu.
Salah satu pengurus Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) Pamekasan, KH. Musleh Adnan, mengatakan, saat ini gerakan yang berusaha menjatuhkan martabat NU sebagai organisasi kemasyarakatan mulai gencar dilakukan.
Gerakan itu dilakukan secara. Massif, bukan hanya melalui seminar, siaran televisi dan radio, bahkan melalui media sosial.
“Kondisi ini sangat memprihatinkan dan dikawatirkan akan mudah mempengaruhi pemikiran nahdliyyin, terutama generasi muda, ” katanya dalam ceramahnya pada perayaan Hari Lahir NU ke 94 oleh Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Larangan, Ahad (07/05/2017).
Alumni PP. Nurul Jadid Paiton, Probolinggo, itu menjelaskan gerakan -gerakan yang intinya ingin menghilangkan ideologi aswaja yang menjadi pegangan utama warga NU itu bisa menjadi sumber perpecahan akibat terkikisnya basis tradisi yang selama ini menjadi pondasi utama gerakan kebangsaan dan kemasyarakatan organisasi yang didirikan KH. Hasyim Asyari tersebut.
Ia meminta warga NU tetap istiqamah mengamalkan amaliyah Aswaja, fokus mengurus pendidikan, madrasah, majlis ta’lim dan kegiatan lain yang selama ini menjadi amaliyah warga NU.
“Tetaplah berada di garis keputusan organisasi. Karena, semuanya melalui pembahasan para ulama, ” pintanya.
Reporter: Ahnu
Editor : Ghozi
