News

Warga NU Kembali Berduka, A’wan Syuriah PCNU Pamekasan Wafat

PAMEKASAN – Berselang satu hari setelah wafatnya Wakil Rais Syuriah, KH. Lutfi Ishaq, kabar duka kembali menyelimuti Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Pamekasan. Pasalnya, salah satu A’wan Syuriah, H. Muhammad Djailani wafat, Sabtu pagi (22/08/2020) di Puskesmas Waru, Pamekasan, Jawa Timur.

Kabar wafatnya sosok yang dikenal sebagai pejuang NU Kecamatan Waru dan Pantai Utara (Pantura) Pamekasan itu disampaikan oleh K. Muhalli, Ketua Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Waru.

Inna lilahi wa inna ilaihi raji’un. Telah wafat pejuang NU Waru, Bapak Drs. H. M. Djailani. Semoga amal ibadahnya diterima dan husnulkhatimah. Amin ya Rabb,” tulisnya, melalui pesan singkat WhatsApp.

Lebih lanjut, Kiai Muhalli menuliskan, kecintaan almarhum terhadap NU tidak diragukan lagi, karena sejak awal berkomitmen ingin meninggal bersama NU.

“Sehingga, walaupun keadan sakit dan masih bisa berjalan, beliau selalu hadir dalam kegiatan NU. Semoga amal-amalnya diterima oleh Allah,” imbuhnya.

Menerima kabar wafatnya H. M. Djailani, KH. Abd. Hamid Mannan Munif, Musytasyar PCNU Pamekasan merasakan duka yang sangat dalam. Pengasuh Pondok Pesantren Sabilul Ihsan, Teja Timur, Pamekasan itu mengaku kehilangan salah satu pejuang NU Pamekasan.

“Beliau sangat konsisten ke-NU-annya.
Waktu zaman Golkar pernah pamit ke Kiai Ahmad Syarqawi untuk berhenti dari PNS. Maaf, mau ngikuti jejak saya waktu itu, tapi dilarang oleh Kiai Syarqawi,” jelasnya, saat ditemui di kediamannya.

KH. Hamid Mannan, sapaan akrabnya, menggambarkan sosok H. Djailani sebagai tokoh masyarakat yang disegani dan dekat dengan masyarakat, serta mudah bergaul dengan siapapun.

“Sangat akrab dan familiar dalam pergaulan. sehingga, walaupun dia orang pendatang di Waru, tapi dapat diterima oleh masyarakat Waru, bahkan dituakan dan menjadi rujukan tokoh-tokoh NU pada zamannya, kalau ada kegiatan di daerah utara,” paparnya.

Jenazah almarhum H. M. Djailani disemayamkan dan dikebumikan di pemakaman keluarga istrinya, Ambunten, Sumenep, pukul 10.00 WIB.


Reporter: Aboonk
Editor: Ahnu