NEWS

Warga NU Tetap Konsisten Menjaga NKRI

PAMEKASAN – Nahdlatul Ulama (NU) merupakan organisasi kemasyarakatan yang paling besar di Indonesia, bahkan di dunia dengan jumlah anggotanya mencapai 92 juta. Sampai saat ini, organisasi yang didirikan oleh Hadratus Syaikh KH Hasyim Asy’ari ini, masih tetap memegang teguh persatuan dan perdamaian dengan prinsip menjaga keutuhan NKRI.

Konsistensi itu, menurut Ketua Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) NU Pamekasan, Taufiqurrahman Khafi, juga berlaku kepada penegakan ajaran Ahlussunnah Wal Jamaah (Aswaja) Annahdliyah dengan tanpa mengesampingkan nasionalisme, mempererat persatuan dan kesatuan Indonesia.

“Perjuangan untuk menjaga NKRI juga belum bergeser. NU memiliki kesadaran kuat bahwa agama dan
negara harus berjalan beriringan tanpa adanya salig mendominasi,” ungkap Taufiqurrahman Khafi, melalui siaran persnya secara tertulis, Rabu (23/1/2019).

Selain itu, NKRI merupakan hasil ijtihad politik para pendiri bangsa termasuk ulama NU yang merumuskan bahwa Indonesia bukan negara agama, bukan negara sekuler dan bukan pula negara komunis.

“NU, dalam kondisi negara bagaimanapun, konsisten menjaga NKRI, tidak ada geneologi pemberontakan
dalam tubuh NU ketika Negara dalam ketidakmampuan menghadapi anarkisme PKI, NU mampu memposisikan diri secara politis,” tambah ketua Lakpesdam PCNU Pamekasan itu.

Oleh sebab itu, warga NU agar juga konsisten mengikuti kebijakan dan arahan jam’iyah secara utuh. Warga NU jangan mudah terpengaruh ajakan organisasi lain yang bersebrangan paham dengan NU.

Penulis : Badrut Tamam
Editor : Taufiqurrahman