News

Wasiat Kiai Wasik Sesaat Sebelum Meninggal Dunia

PAMEKASAN — Duka menyelimuti warga Nahdlatul Ulama (NU) Pamekasan, khususnya di Kecamatan Palengaan. Pasalnya, KH. Abd. Wasik Hamzah, Pengasuh Pondok Pesantren (PP) Sirojut Tholibin Taman Sari, Glugur II, Palengaan Laok, Palengaan, Pamekasan menghadap ke rahmatullah.

Mustasyar Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Palengaan tersebut mengembuskan nafas terakhirnya di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. H. Slamet Martodirdjo Pamekasan, Rabu sore (23/03/2022). Paginya, almarhum masih sempat menghadiri undangan resepsi pernikahan di Desa Kacok.

Ust. Abd. Wafi, salah satu pengurus PP. Sirojut Tholibin Taman Sari menuturkan, sesaat sebelum menghadap Ilahi, Kiai Wasik berpesan kepada Ust. Mukhtar, Ketua Umum PP. Sirojut Tholibin Taman Sari, agar para santri dan pengurus pesantren melanjutkan perjuangan almarhum.

Tidak hanya itu, melalui Ust. Mukhtar, Ketua Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pamekasan ini juga meminta maaf kepada para tokoh sekitar pesantren serta para pengurus pesantren yang diasuhnya.

Selain wasiat-wasiat tersebut, Mantan aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Universitas Islam Madura (UIM) Pamekasan ini juga menekankan agar kegiatan-kegiatan ke-NU-an tetap berjalan.

NU jha’ pasampe’ mate (Madura: NU jangan sampai tidak aktif, Red),” ucap Ust. Wafi menirukan wasiat almarhum kepada Ust. Mukhtar.

Kiai Wasik meninggalkan tiga orang anak, buah cintanya dengan Ny. Hj. Zakiyah: Ning Khofifah, Gus Akhlaqur Rafi’, dan Ning Mawaddataw wa Rahmah.


Reporter: Ahnu
Editor: Redaktur