PAMEKASAN — Lembaga Kesehatan (LK) Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pamekasan membekali sekitar 100 santri dan santriwati Pondok Pesantren Matsaratul Huda, Panempan, Pamekasan, dengan keterampilan Bantuan Hidup Dasar (BHD) untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi kondisi kegawatdaruratan, Kamis (20/08/2026) di aula pesantren.
Pelatihan tersebut melibatkan Tim BHD Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. H. Slamet Martodirdjo (SMART) dan mendapat dukungan Noora Health sebagai bagian dari penguatan edukasi kesehatan berbasis masyarakat di lingkungan pesantren.
Dalam kegiatan tersebut, para peserta tidak hanya menerima materi secara teori, tetapi juga mengikuti demonstrasi, simulasi, dan praktik langsung pertolongan pada kondisi kegawatdaruratan. Materi diberikan agar peserta mampu mengenali kondisi darurat, melakukan penilaian awal, meminta bantuan, serta memberikan pertolongan sesuai prinsip BHD.
Pelatihan dikoordinasikan dr. Ratna, Sp.An, dokter spesialis anestesi, bersama tim. Peserta mendapat penguatan keterampilan mengenai respons awal yang tepat saat menghadapi kondisi kegawatdaruratan.
Sekretaris LK PCNU Kabupaten Pamekasan, Mohammad Nur, S.Kep., Ns., M.Si., mengatakan pelatihan tersebut menjadi salah satu bentuk penguatan literasi kesehatan bagi santri.

“Pesantren merupakan komunitas yang besar dan memiliki potensi luar biasa untuk menjadi bagian dari masyarakat yang tanggap terhadap kegawatdaruratan. Karena itu, santri perlu memiliki keterampilan dasar untuk memberikan pertolongan ketika menemukan kondisi darurat,” ujarnya.
Menurut Mohammad Nur, keterampilan BHD penting dikuasai karena kondisi kegawatdaruratan dapat terjadi kapan saja. Pertolongan awal yang cepat dan tepat dapat menjadi bagian penting dalam upaya menyelamatkan nyawa sebelum korban memperoleh penanganan tenaga kesehatan.
Ia mengatakan kegiatan tersebut tidak berhenti pada pelatihan terhadap 100 peserta. Pengetahuan yang diperoleh diharapkan dapat diteruskan para santri kepada keluarga dan masyarakat sehingga muncul agen-agen kesehatan dari lingkungan pesantren.
Kegiatan tersebut juga mendapat dukungan K. Ihsan Ikhwani, Sekretaris PCNU Kabupaten Pamekasan. Dukungan itu menjadi bagian dari penguatan program edukasi kesehatan yang menyasar lingkungan pesantren.
Kolaborasi LKNU PCNU Pamekasan dengan RSUSD SMART dan Noora Health diharapkan dapat berlanjut melalui berbagai program edukasi dan pemberdayaan masyarakat.
“Harapannya, setelah mengikuti pelatihan ini, para santri tidak hanya tahu apa yang harus dilakukan ketika terjadi kegawatdaruratan, tetapi juga berani dan mampu memberikan pertolongan awal secara tepat,” pungkasnya.
Reporter: Intan
Editor: Redaktru

