PAMEKASAN — Ketua Lembaga Kesehatan (LK) Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pamekasan atau LKNU Pamekasan, dr. M. Akram, Sp.B, mengatakan pelatihan Bantuan Hidup Dasar (BHD) sangat penting bagi santi karena bertujuan menanamkan keberanian, kepedulian, dan kesiapsiagaan kepada santri dalam menghadapi kegawatdaruratan.
Pernyataan itu disampaikan dr. Akram, sapaannya, Sabtu (05/09/2026), dalam pelatihan BHD yang diikuti 380 santri Pondok Pesantren Nahdhatut Ta’limiyah, Karang Anyar, Plakpak, Pegantenan, Pamekasan, asuhan KH Musleh Adnan.
“BHD bukan hanya tentang belajar melakukan CPR (Cardiopulmonary Resuscitation, Red). Lebih dari itu, kami ingin menanamkan keberanian, kepedulian, dan kesiapsiagaan kepada para santri. Ketika suatu saat terjadi kegawatdaruratan, jangan sampai kita hanya menjadi penonton karena tidak tahu harus berbuat apa,” kata dr. Akram.

Peserta terdiri atas 180 santriwati dan 200 santri putra. Mereka mempelajari cara mengenali kondisi korban, meminta bantuan, dan melakukan Resusitasi Jantung Paru (RJP) sebelum bantuan medis tiba.
Baca juga: LKNU Pamekasan Bersama RSUD Mohammad Noer Bekali Santri dan Guru PP Nahdhatut Ta’limiyah BHD
Materi disampaikan melalui demonstrasi, praktik, dan simulasi. Metode tersebut digunakan untuk membekali peserta dengan pengetahuan dan keterampilan menghadapi keadaan darurat.
Menurut dokter spesialis bedah umum itu, pesantren memiliki posisi strategis dalam membangun budaya keselamatan di tengah masyarakat.
“Pesantren adalah bagian penting dari masyarakat. Karena itu, kami ingin membangun pesantren yang bukan hanya sehat, tetapi juga tanggap terhadap kegawatdaruratan. Dari pesantren kita menyiapkan generasi yang mampu menjadi penolong pertama bagi sesama,” ujarnya.
LKNU Pamekasan menyelenggarakan pelatihan itu bersama RS Mohammad Noer Pamekasan dan RS H. Slamet Martodirdjo (Smart) Pamekasan.
Reporter: Intan
Editor: Redaktur

