PAMEKASAN — Pimpinan Cabang (PC) Fatayat NU Pamekasan mengedukasi 185 santri Pondok Pesantren Miftahul Ulum Bettet tentang pencegahan kekerasan seksual dan perundungan. Kegiatan berlangsung melalui program “LKP3A Menyapa”, Sabtu (03/10/2026).
Lembaga Konsultasi, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (LKP3A) PC Fatayat NU Pamekasan menyelenggarakan program tersebut untuk mendorong lingkungan pesantren yang aman dan peduli.
Dalam kegiatan itu, santri mendapatkan materi tentang pentingnya saling menghargai, menjaga batasan, dan berani bersuara jika terjadi kekerasan.
Raudatul jannah, Ketua LKP3A PC Fatayat NU Pamekasan, mengatakan santri perlu memahami bentuk kekerasan serta cara melapor dan mendapatkan bantuan. Pemahaman itu diharapkan membantu santri menjadi pelopor lingkungan yang aman.
“Bersama LKP3A, kita ingin bersama-sama menciptakan pesantren menjadi ruang yang aman, nyaman, dan peduli. Pesantren harus menjadi tempat yang terbebas dari kekerasan dan perundungan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, program tersebut juga memperkenalkan keberadaan LKP3A kepada santri. Lembaga ini memberikan edukasi pencegahan kekerasan seksual dan perundungan, serta perlindungan dan pendampingan hukum dan psikologis bagi korban perempuan dan anak.
Ketua PC Fatayat NU Pamekasan, Ny. mariyatul qibtiyah, memperkenalkan Fatayat NU sebagai organisasi kepemudaan perempuan NU. Ia berharap alumni pesantren dapat melanjutkan perjuangan organisasi dalam pengabdian kepada umat, bangsa, dan kemanusiaan.
“Kami ingin mengenalkan Fatayat lebih dekat kepada para santri. Harapan besar kami, alumni dari pondok ini kelak bisa menjadi bagian dan penerus perjuangan Fatayat NU,” ujarnya.
Kegiatan tersebut dihadiri pengasuh dan jajaran pengurus Pondok Pesantren Miftahul Ulum Bettet, serta pengurus PC Fatayat NU dan LKP3A Pamekasan.
Reporter: Luluk
Editor: Ahnu

