PAMEKASAN — Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pamekasan, KH Muchlis Nasir, menyebut alumni Pendidikan Dasar Pendidikan Kader Penggerak Nahdlatul Ulama (PD-PKPNU) bukan warga NU biasa. Menurutnya, mereka memiliki semangat ke-NU-an yang mendalam dan tanggung jawab besar membawa arah perubahan NU.
Pernyataan itu disampaikan Kiai Muchlis dalam Halaqah Kader, Sabtu (03/10/2026), di Aula Kantor PCNU Kabupaten Pamekasan.
Mantan aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Surabaya menekankan kedudukan alumni PD-PKPNU sebagai kader penggerak organisasi.
“Kader PKPNU itu adalah bukan warga NU biasa, tetapi warga Nahdlatul Ulama yang mempunyai ghirah ke-NU-an yang dalam. Oleh sebab itu, memang dari periode alm. KH Taufik Hasyim, bidang pengaderan ini menjadi salah satu lembaga yang diprioritaskan,” kata Kiai Muchlis.
Baca juga: Halaqah Kader Awali Rangkaian Kegiatan HSN 2026 PCNU Pamekasan
Kiai Muchlis mendorong Koordinatorat Bidang (Korbid) Pengkaderan memperluas dan memperdalam pengaderan. Ia juga mempertanyakan jumlah kader militan dari 2.700 kader yang disebutnya.
“Saya sempat diskusi dan agak mendorong kepada Korbid [Pengkaderan] bagaimana pengaderan ini lebih masif lagi dan lebih mendalam lagi. Kalau selama ini pengaderan dari 2.700 kader yang militan berapa? Ini yang lebih kita butuhkan,” ujarnya.
Pengasuh Pondok Pesantren Sirojul Ulum Kampung Aswaja, Palengaan Daja, Palengaan, Pamekasan itu berharap para kader menggiatkan gerakan ke-NU-an dan ke-Aswaja-an agar terlihat di tengah masyarakat.
“Sehingga di Pamekasan, warna dan corak gerakan di masyarakat itu betul-betul terlihat ke-Aswaja-annya, ke-NU-annya di tengah-tengah masyarakat dengan gerakan kita semua. Kalau bukan muharrik, itu tidak bisa,” tuturnya.
Reporter: Zainur
Editor: Ahnu

