PAMEKASAN – Hasil penelitian terbaru, setiap galian baru kedalaman 40 meter, air di dalamnya mengandung partikel plastik. Meski hanya beberapa persen, tapi tidak menutup kemungkinan beberapa tahun ke depan persentase ini akan meningkat tajam jika kesadaran masyarakat Pamekasan terhadap lingkungan masih rendah.
Hal itu disampaikan KH. Muchlis Nasir, Penjabat (Pj) Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pamekasan, saat memberikan arahan pada acara rutin Majelis Dzikir dan Sholawat Rijalul Ansor (MDSRA) Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kecamatan Palengaan, Rabu malam (17/12/2025) di dusun Angsokah Timur A, Palengaan Daja, Palengaan, Pamekasan.
Pada kesempatan itu, Kiai Muchlis mengajak seluruh kader GP Ansor yang hadir agar berperan aktif menjaga lingkungan hidup. Pasalnya, menurut mantan aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Surabaya itu, tugas GP Ansor dan badan otonom (Banom) NU lainnya tidak hanya soal agama saja, tapi juga keberlangsungan ekosistem di lingkungan sekitar.
“Jika kondisi ini tetap dibiarkan dan tidak segera ditanggulangi oleh kita bersama, maka 30 tahun ke depan anak cucu kita tidak akan bisa menikmati nikmat hidup sehat, yang ada malah kanker atau tumor,” ucap alumnus Pondok Pesantren Miftahul Ulum Sidogiri, Kraton, Pasuruan, Jawa Timur tersebut.
Hal ini, lanjut Kiai Muchlis, karena kepedulian masyarakat terhadap lingkungan sangat kurang. Menurutnya, masih banyak masyarakat yang membuang sampah sembarangan. “Kadang sampah cuma ditumpuk, dibiarkan, sehingga saat hujan turun, lama kelamaan, sampah itu akan tertutupi oleh tanah. Ini tidak bisa dibiarkan,” imbuh pengasuh Pondok Pesantren Sirojul Ulum Kampung Aswaja, Kembang 2, Palengaan Daja itu.
Kondisi ini diperparah dengan penebangan pohon secara sembarangan tanpa penanaman kembali. Hal semacam ini jika terus dibiarkan, menurut Kiai Muchlis, juga akan merusak, bahkan memperparah kerusakan lingkungan hidup. “Mari kita tingkatkan kepedulian kita untuk menjaga keseimbangan ekosistem di lingkungan sekitar kita,” pungkasnya.
Reporter: Ahnu
Editor: Redaktur

