PAMEKASAN — Lebih 4.000 jemaah memenuhi lantai satu dan dua Masjid Agung Asy-Syuhada. Para perempuan berpakaian batik hijau khas itu menghadiri peringatan hari lahir (Harlah) ke-80 Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) yang dilaksanakan oleh pengurus Pimpinan Cabang (PC) Muslimat NU Kabupaten Pamekasan, Jumat (22/05/2026).
Ketua PC Muslimat NU Kabupaten Pamekasan, Ny. Hj. Mafrudah, dalam sambutannya mengatakan, usia 80 tahun Muslimat NU merupakan bukti keteguhan perempuan Nahdlatul Ulama dalam berkhidmat untuk agama, bangsa, dan organisasi.
“Delapan dekade bukanlah waktu yang singkat. Ini adalah bukti keikhlasan dan perjuangan tiada henti para pejuang perempuan NU,” ujarnya.
Ia menyampaikan, Harlah ke-80 mengusung tema “Merawat Tradisi, Menguatkan Kemandirian, Meneduhkan Peradaban” sebagai arah gerak Muslimat NU ke depan.
“Merawat tradisi adalah komitmen kita menjaga amaliyah Ahlussunnah wal Jamaah. Tradisi zikir, khataman [Al-Qur’an], dan selawat menjadi ‘menu spiritual’ di tengah gempuran zaman modern,” tegasnya.

Lebih lanjut, Nyai Maf, menekankan pentingnya kemandirian perempuan Muslimat NU, tidak hanya secara ekonomi, tetapi juga dalam berpikir dan membangun ketahanan keluarga. Menurutnya, Muslimat NU juga harus mampu menghadirkan kesejukan di tengah dinamika kehidupan sosial.
“Kita ingin Muslimat NU mandiri secara ekonomi, kuat dalam mendidik keluarga, dan menjadi pilar ketahanan keluarga yang kokoh. Muslimat NU harus hadir meneduhkan peradaban, membawa Islam rahmatan lil ‘alamin, serta menjadi penyejuk di tengah masyarakat,” imbuhnya.
Tidak hanya itu, Nyai Maf juga memaparkan, rangkaian Harlah ke-80 yang dilaksanakan PC Muslimat NU Kabupaten Pamekasan diawali dengan kegiatan turba ke seluruh Pimpinan Anak Cabang (PAC) Muslimat NU, ziarah maqbarah tokoh NU, hingga puncak acara yang diisi khatmil-Qur’an, sarwah kubro, dan pembacaan selawat nariyah berjemaah.
“Hari ini kita tidak hanya berdoa untuk diri sendiri, tetapi melangitkan doa bagi kemaslahatan Pamekasan, Jawa Timur, Indonesia, hingga dunia,” ungkapnya.
Di akhir sambutannya, Nyai Maf menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang turut berkontribusi menyukseskan kegiatan tersebut.
“Semoga lelah kita menjadi lillah dan dinilai sebagai amal saleh oleh Allah SWT. Teruslah berkhidmat dan menebar manfaat di tengah masyarakat,” pungkasnya.
Reporter: Intan
Editor: Redaktur

