News

Hadiri Harlah ke-80 Muslimat NU, KH Muqri Fadhali Sampaikan Filosofi Kehidupan

PAMEKASAN — Peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-80 Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) yang digelar Pimpinan Cabang (PC) Muslimat NU Kabupaten Pamekasan berlangsung khidmat, Jumat (22/5/2026) di Masjid Agung Asy-Syuhada’. Kegiatan tersebut dihadiri ribuan jemaah Muslimat NU dari berbagai kecamatan di Kabupaten Pamekasan.

Dalam kegiatan itu, Rais Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pamekasan, KH. Muqri Fadhali, menyampaikan tausiyah tentang filosofi kehidupan yang menekankan pentingnya cinta, kebahagiaan, dan pemahaman dalam kehidupan bermasyarakat.

Dalam ceramahnya, Kiai Muqri menyampaikan ungkapan “al-mahabbah tahtaj al-jamal” yang berarti cinta dan kasih sayang membutuhkan keindahan. Menurut Kiai Muqri, keindahan tidak hanya dimaknai dari segi penampilan saja, tetapi juga tercermin dalam sikap, akhlak, dan perilaku sehari-hari.

“Cinta itu membutuhkan keindahan. Keindahan bukan hanya pakaian atau rupa, tetapi bagaimana seseorang menjaga akhlaknya, menjaga tutur katanya, dan memperlakukan orang lain dengan baik,” jelasnya.

Kiai Muqri juga menyampaikan pesan “al-sa’adatu la tahtaju al-mal”: kebahagiaan tidak selalu bergantung pada harta, jabatan, maupun kemewahan dunia. Menurutnya, ketenangan hati dan rasa syukur menjadi bagian penting dalam mencapai kebahagiaan hidup.

“Kebahagiaan tidak selalu diukur dengan banyaknya harta. Ada orang yang hidup sederhana, tetapi hatinya tenang dan penuh syukur. Itu adalah kebahagiaan yang sesungguhnya,” katanya.

Selain itu, Kiai Muqri menyampaikan pesan “al-ma’rifatu tahtaju al-ma’rifah” yang menekankan pentingnya pemahaman dan proses saling mengenal antarsesama guna menjaga ukhuah serta memperkuat persatuan di tengah masyarakat.

Di akhir tausiyahnya, Kiai Muqri mengapresiasi kekompakan dan semangat ibu-ibu Muslimat NU Kabupaten Pamekasan yang tetap antusias menghadiri pengajian meskipun terkendala cuaca dan jarak tempuh.

“Ini menunjukkan kecintaan masyarakat, khususnya Muslimat NU, terhadap majelis ilmu dan perjuangan Nahdlatul Ulama,” tuturnya.


Reporter: Risma
Editor: Ahnu