PAMEKASAN — KH. Hamid Mannan Munif, Mustasyar PCNU Pamekasan menjelaskan, Islam Nusantara adalah metode penyebaran agama Islam yang menyesuaikan dengan kearifan lokal masyarakat setempat. Hal ini, menurut Kiai Hamid, sebagaimana pendekatan dakwah Wali Songo.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh pengasuh Pondok Pesantren Sabilul Ihsan Pamekasan ini saat menyampaikan tausiah dalam agenda puncak perayaan HSN 2018 yang dilaksanakan oleh PCNU Pamekasan dengan Pemerintah Kabupaten Pamekasan di Pendopo Bupati setempat, Sabtu malam (27/10/2018).
Dalam penyampaiannya, Kiai Hamid banyak menceritakan tentang perjuangan para sunan dalam menyebarkan agama Islam.
“Ada yang berdakwah melalui pendidikan seperti Sunan Ampel di Surabaya, ada yang berdakwah melalui suwuk atau pertabiban, ada yang berdakwah melalui kesenian seperti gendingan,” jelasnya.
Jadi, menurut Kiai Hamid, Islam Nusantara bukan ajaran baru dalam Islam. Tapi, dakwah Islam yang menjadikan tradisi dan kebudayaan sebagai media dalam menyampaikan pesan agama. Kiai Hamid menilai, orang yang menganggap istilah Islam Nusantara sebagai ajaran baru karena mereka kurang memahami lahirnya istilah tersebut.
Reporter: Ahnu
Editor: Wiyono

