NEWS

HIMAKA Gelar Haul dan Tahlil Akbar VI

SAMPANG — Peringati Haul Masyayikh, Himpunan Alumni Pondok Pesantren Karangdurin (HIMAKA) menggelar Tahlil Akbar dan Pengajian Umum ke VI, Selasa pagi (22/01/2019), di halaman pesantren setempat, Desa Telambah, Kecamatan Karangpenang, Kabupaten Sampang.

Acara rutinitas tahunan tersebut berlangsung sangat meriah dihadiri ribuan alumni dan simpatisan. Dibuka dengan pembacaan Yasin, tahlil, shalawat dan dilanjut dengan pengajian.

KH. Khoiron Zaini selaku Ketua Umum PP. Karangdurin dalam sambutannya mewakili panitia menyampaikan tujuan acara ini tak lain sebagai bentuk khidmatan lil ma’had (pengandian kepada pesantren), khidmatan lil masyayikh (pengandian kepada masyayikh), dan khidmatan lil ummah (pengabdian kepada umat), serta menyambung hubungan batin kepada para masyayikh dan pondok demi mendapatkan aliran barokah.

“Agar semua alumni tetap ingat terhadap tugasnya untuk tetap mempunyai kewajiban berkhidmat kepada pondok, berkhidmat masyayikh dan memberikan kemanfaatan terhadap semua umat masyarakat di rumahnya masing-masing,” paparnya.

Gus Khoiron, sapaan akrabnya, juga berpesan supaya para alumni dan simpatisan tetap kokoh menjaga ukhuwah islamiyah.

“Perkuat hubungan islamiyah, rapatkan barisan, karena sejatinya santri itu menebar kebaikan, menebar kedamaian di tengah masyarakat,” tegas Ketua GP Ansor Sampang tersebut.

Dalam kesempatan yang sama, Pimpinan Majelis Pengasuh PP. Karangdurin, KH. Ahmad Fauzan Zaini juga menegaskan supaya para alumni tetap istikamah dengan motto HIMAKA: Berkhidmat kepada ma’had, berkhidmat kepada masyayikh, dan berkhidmat kepada umat. Motto ini, lanjut Kiai Fauzan, harus ditanamkan dalam hati.

Tidak hanya itu, Kiai Fauzan juga berharap, para alumni bisa berjuang dan berdakwah di manapun berada, serta saling mengingatkan satu sama lain.

Ia juga mengajak semua alumni, wali santri dan simpatisan supaya tetap konsisten mengikuti jejak langkah para masyayikh, para guru Sidogiri, guru Lirboyo, ulama Madura dan muassis jam’iyah Nahdlatul Ulama.

“Karna dawuhnya Hadlratus Syeikh KH. Hasyim Asyari: ‘siapa yang merawat NU, membantu kepada NU, maka akan diakui sebagai santriku. Dan siapa yang dianggap santriku, akan didoakan matinya husnul khatimah,” jelas pengurus NU Sampang tersebut.

Dalam acara tersebut turut hadir KH. Imam mawardi dari Surabaya sebagai penceramah. Serta dihadiri para ulama NU Madura di antaranya: KH. Ghazali (PP. Lanbulan Sampang), M. Hanif Dhakiri (Menteri Ketenagakerjaan RI), KH. Mukri Fadholi (PP. Blega Bangkalan), KH. Wasi’ Hamzah (PP. Taman Sari Palengaan Pamekasan) dan kiai-kiai lainnya.


Reporter: Mamluatul I.
Editor: Ahnu