NEWS NU Pamekasan

Revitalisasi Ranting NU di Pamekasan Terus Digenjot

PAMEKASAN –  Revitalisasi pengurus ranting Nahdlatul Ulama (NU) di semua desa di Kabupaten Pamekasan terus digenjot. Revitalisasi ini dalam rangka pembenahan struktur organisasi (jam’iyah) agar benar-benar mengakar di masyarakat.

Sekretaris PCNU Pamekasan, Abdurrahman Abbas menjelaskan, di seluruh level jam’iyah NU terus digalakkan revitalisasi. Baik tingkat MWCNU di masing-masing kecamatan, sampai ke tingkat ranting di desa-desa. Di tingkat MWCNU, revitalisasi sudah tuntas dilakukan. Termasuk MWCNU yang lama tidak terdengar aktivitasnya.

“Untuk tingkat MWC sudah tuntas semua. Bahkan kemarin kita lakukan akreditasi MWCNU se-Pamekasan. Saat ini fokus ke semua ranting,” ujar Abdurrahman Abbas, Senin (21/1/2018).

Untuk revitalisasi ranting, PCNU rutin mendatangi kegiatan ranting. Baik kegiatan lailatul ijtima’ maupun yaumul ijtima’. Pengurus harian, mulai dari tanfidziyah sampai syuriah, mustasyar dan a’wan, semua bahu membahu mendatangi ranting secara bergiliran untuk mendukung kegiatan di ranting.

“Hasilnya mulai tampak. Semua ranting di Pamekasan mulai bergerak,” ungkapnya.

Menurut Abdurrahman, ranting maupun anak ranting, merupakan ujung tombak bagi NU dalam melakukan pemberdayaan masyarakat. Baik pemberdayaan secara ideologi keagamaan, maupun ideologi kebangsaan dan ekonomi kerakyatan. Pemberdayaan ideologi ahlussunnah wal jamaah (Aswaja) annahdliyah, menjadi sangat urgen. Sebab di masyarakat, semakin beragam ideologi dan paham yang bertentangan dengan Aswaja.

“Fenomena hari ini, Aswaja Annahdliyah mulai dikaburkan dengan Aswaja lainnya. Ini perlu disampaikan kepada nahdliyyin agar mereka bisa membedakan,” tegasnya.

Dari segi ideologi kebangsaan, kelompok-kelompok yang ingin merongrong keutuhan NKRI, juga mulai tumbuh di masyarakat. Untuk meyakinkan masyarakat, mereka menggunakan baju agama. Oleh sebab itu, masyarakat bisa sangat mudah digiring pemahamannya dengan baju agama.

Penulis : Taufiqurrahman

Editor : –