News

LDNU Pamekasan Bidik Gen Z dan Milenial melalui Dakwah Berbasis Budaya Madura

PAMEKASAN – Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) Pamekasan memanfaatkan kegiatan Bhitoah Agung sebagai media dakwah berbasis budaya Madura untuk menjangkau generasi milenial dan Generasi Z. Melalui kegiatan tersebut, LDNU berupaya menanamkan nilai-nilai akhlak sekaligus memperkenalkan kembali budaya Madura kepada generasi muda.

Sekretaris LDNU Pamekasan, Gus Abd. Ghani, mengatakan Bhitoah Agung yang sebelumnya dijadwalkan setiap bulan kini diselenggarakan setiap tiga bulan sekali karena membutuhkan persiapan yang lebih matang.

“Kegiatan Bhitoah Agung kini dilaksanakan setiap tiga bulan sekali. Perubahan jadwal tersebut dilakukan karena kegiatan berskala besar membutuhkan persiapan yang lebih matang,” ujarnya, Ahad malam (26/07/2026), di Langgar LDNU, Desa Terrak, Kecamatan Tlanakan, Kabupaten Pamekasan.

Menurut Gus Aab, sapaan Gus Abd. Ghani, Bhitoah Agung tidak hanya bertujuan melestarikan adat dan budaya Madura, tetapi juga menjadi sarana dakwah guna menanamkan nilai-nilai budi pekerti kepada generasi muda.

“Maksudnya, adat dan budaya Madura yang sesungguhnya yang diturunkan dari nenek moyang kita itu sesungguhnya adalah mereka tidak lain ingin menanamkan budi pekerti yang baik. Artinya, para leluhur kita dengan kebiasaan budayanya sebenarnya adalah pembinaan terhadap akhlakul karimah kepada anak-anak muda generasi yang akan datang,” terang Gus Aab.

Mantan aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Surabaya itu menilai tantangan dakwah saat ini semakin kompleks seiring pesatnya penggunaan media sosial dan berbagai platform digital yang berpotensi menjauhkan generasi muda dari tradisi yang diwariskan para leluhur.

“Berbagai tantangan dakwah yang kompleks di tengah penggunaan media sosial dan berbagai platform digital. Kondisi seperti ini dapat membuat generasi muda semakin jauh dari tradisi dan kebiasaan yang diwariskan para leluhur,” ujarnya.

Karena itu, lanjut Gus Aab, LDNU Pamekasan berupaya menghadirkan model dakwah yang sesuai dengan perkembangan zaman tanpa mengabaikan pembinaan akhlak.

“Oleh karena itu, LDNU hadir mengemas dakwah agar anak-anak kita tidak hanya terjebak dalam dunia hedonisme, dan tidak hanya mengedepankan gaya semata, tetapi akhlak jangan sampai ditinggalkan,” tegasnya.

Bhitoah Agung dikemas melalui pembacaan selawat, ceramah agama bernuansa budaya Madura yang diisi oleh dai-dai muda, dan doa bersama. Konsep tersebut menjadi salah satu upaya LDNU Pamekasan memadukan dakwah dengan kekayaan budaya lokal.

Melalui kegiatan itu, LDNU Pamekasan berharap Bhitoah Agung dapat menjadi ruang dakwah yang berkelanjutan untuk mendekatkan generasi muda kepada nilai-nilai agama, budaya Madura, dan akhlakul karimah.

Tampak hadir pada acara tersebut: Ketua PCNU Kabupaten Pamekasan KH Muchlis Nasir, Ketua LDNU Pamekasan Gus Hamid Amjad, KH Sa’dud Darain, KH Anis Cipta Dewata, KH A. Fauzan Rofiq, Gus Mudarris Abd Wahab, KH Abd Kholiq Fandi, KH Ahmad Hasan Djauhary, Lora Imam Hanafi, Gus Abd Ghani, Kiai Fathorrozi, serta sejumlah tokoh agama dan masyarakat dari berbagai wilayah di Kabupaten Pamekasan.


Reporter: Intan
Editor: Redaktu