PAMEKASAN – Menjelang pelaksanaan Konferensi Cabang (Konfercab) XXXIII IPNU dan XXXII IPPNU Kabupaten Pamekasan, Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Kabupaten Pamekasan bersilaturahmi dengan Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Pamekasan di Kantor PC GP Ansor Kabupaten Pamekasan, Jalan R. Abdul Aziz Nomor 95, Jungcangcang, Pamekasan, Ahad (26/07/2026).
Silaturahmi tersebut dilakukan sebagai langkah awal memperkuat sinergi antarbadan otonom (Banom) Nahdlatul Ulama sekaligus membangun komunikasi menjelang regenerasi kepengurusan IPNU Kabupaten Pamekasan.
Ketua PC IPNU Kabupaten Pamekasan, M. Ghufron Hadi, mengatakan pertemuan tersebut menjadi bentuk kesiapan IPNU untuk berkontribusi aktif dalam berbagai program kepelajaran dan kepemudaan bersama GP Ansor.
“Hari ini kami menjalin komunikasi dengan PC GP Ansor [Kabupaten] Pamekasan. Silaturahmi awal ini menjadi pembuka bagi kepengurusan IPNU-IPPNU periode selanjutnya agar siap berkontribusi aktif dalam berbagai program kepelajaran dan kepemudaan yang terafiliasi dengan Ansor maupun kader struktural NU pada umumnya,” ujarnya.
Menurut Ghufron, sinergi tersebut diharapkan menjadi jembatan komunikasi yang terus berlanjut, terutama karena masa kepengurusan PC IPNU Kabupaten Pamekasan saat ini akan segera berakhir.
“Kami berharap hubungan ini terus bersambung melalui berbagai program kerja dan program strategis lainnya. Sinergi ini menjadi jembatan awal komunikasi pascaterpilihnya Ketua PC GP Ansor [Kabupaten] Pamekasan, sementara kepengurusan kami sudah memasuki akhir masa bakti dan akan segera demisioner,” katanya.
Ia menambahkan, regenerasi kader di lingkungan Nahdlatul Ulama merupakan proses yang berkesinambungan.
“Setelah selesai berproses di IPNU, memang sudah saatnya kader melanjutkan pengabdian di Ansor,” imbuhnya.
Pada kesempatan yang sama, Mandataris Ketua PC GP Ansor Kabupaten Pamekasan, H. Badri Khumaini, menyambut baik silaturahmi tersebut. Menurutnya, hubungan antara Ansor dan IPNU perlu terus diperkuat untuk menyatukan visi dalam penguatan paham Ahlussunnah wal Jamaah di kalangan pelajar dan pemuda.
Badri yang baru terpilih beberapa bulan lalu menegaskan, Ansor dan IPNU tidak hanya menjadi wadah kaderisasi organisasi, tetapi juga memiliki tanggung jawab membina generasi muda NU agar terhindar dari berbagai perilaku negatif, seperti pergaulan bebas, kekerasan, perundungan, hingga penyalahgunaan narkoba.
Reporter: Vika
Editor: Redaktur

