PAMEKASAN – Lembaga Pengembangan Pertanian Nahdlatul Ulama (LPPNU) Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pamekasan membuka Kebun Praktik Santri, Kamis (08/12/2022), di Pondok Pesantren (PP) Miftahul Hidayah, Duko Timur, Larangan, Pamekasan.
KH. Ilzamuddin, Ketua LPPNU PCNU Kabupaten Pamekasan, dalam sambutannya mengatakan, program tersebut merupakan tindak lanjut kerja sama multipihak antara LPPNU, Kementerian Agama (Kemenag), Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Pamekasan untuk Pondok Pesantren Agripreneur.
“Usaha yang berkaitan dengan pertanian, di dalamnya ada peternakan, agrobisnis, pokoknya semua yang berkaitan dengan ketahanan pangan ini adalah usaha yang paling eksis di era-era seperti ini. Pasca covid, apalagi ada isu-isu resesi global, krisis internasional. Di kondisi ini, hanya ketahanan panganlah yang eksis, yang tetap mampu bertahan. Karena ketahanan pangan merupakan kebutuhan primer manusia,” jelasnya.

Kiai Ilzam menegaskan, manusia tidak akan memenuhi kebutuhan lainnya jika kebutuhan paling mendasarnya belum terpenuhi. “Ketika kebutuhan pangan belum terpenuhi, tidak akan terpikirkan untuk memenuhi kebutuhan sandang. Nah, ini pas dengan program LPPNU Kabupaten Pamekasan, yaitu memprioritaskan ketahanan pangan dengan jalan kolaborasi multipihak ini memberdayakan santri-santri agar supaya menjadi petani milenial dan pesantrennya eksis di masa yang akan datang, pesantrennya akan menjadi pesantren yang mandiri,” paparnya.
Kiai asal Desa Klampar, Proppo ini berharap para santri dapat mengikuti Standar Operasional Prosedur (SOP) yang ditetapkan oleh LPPNU bersama pihak-pihak terkait. Hal ini, demi memaksimalkan hasil pertanian.
“Jangan asal tanam. Jadi nanti ikuti SOP dari kami, lubang tanam harus dikasih pupuk organik, atau pupuk kandang sekian, sekian, sekian. Jadi harus mengikuti SOP. Jika tidak, nanti hasilnya jelek, kami yang disalahkan. Harap nanti ikuti SOP kami supaya dihasilkan pertanian yang produktifitasnya tinggi,” ucap Kiai Ilzam mengakhiri sambutannya.

