PAMEKASAN – Menyambut hari lahir (Harlah) satu abad Nahdlatul Ulama (NU), Lembaga Falakiyah Nahdlatul Ulama (LFNU) Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pamekasan menggelar “Olimpiade Falak se-Madura”, Ahad (29/01/2023), di Aula lantai 2 Kantor PCNU Pamekasan, Jl. R. Abd. Aziz, No. 95.
Dalam sambutannya, Ketua LFNU PCNU Kabupaten Pamekasan, Hosen, mengatakan kegiatan yang digelarnya itu merupakan yang pertama kali dan satu-satunya di Pamekasan. “Belum pernah ada lomba (olimpiade, Red) falak semacam ini. Termasuk sekolah-sekolah, lembaga-lembaga astronomi masih belum ada yang melaksanakan lomba seperti ini,” ujarnya saat disambut riuh tepuk tangan seluruh peserta.
Kepala Laboratorium Astronomi Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Madura Pamekasan ini mengatakan, skop olimpiade tersebut awalnya diagendakan se-Jawa Timur, namun karena beberapa pertimbangan panitia, pihaknya bersepakat cakupan peserta hanya terbatas di Pulau Madura saja.

Sebanyak 76 peserta perwakilan dari 14 lembaga dan perguruan tinggi se-Madura turut ambil bagian pada olimpiade tersebut. Jumlah ini menurut Hosen, hampir mendekati target awal yang ditetapkan oleh panitia, yakni seratus orang peserta, sesuai dengan Harlah NU tahun ini. Ia berharap, para peserta olimpiade ini bisa menjadi perantara membuminya ilmu falak di Madura.
“Mudah-mudahan ke depan tidak hanya lomba seperti ini, barang kali nanti akan ada cerdas cermat falakiyah. Itu akan lebih menantang dari pada mengisi soal-soal yang sudah disiapkan panitia ini. Tapi, kalau cerdas cermat, saya rasa, luar biasa ini. Mudah-mudahan tercapai nanti,” imbuh dosen Fakultas Syariah IAIN Madura Pamekasan ini.
Guna menentukan pemenang, panitia menggunakan sistem gugur. Artinya, lanjut Hosen, peserta hanya sekali menerima dan mengisi soal tanpa ada tahapan-tahapan lainnya. Tiga peserta peraih nilai tertinggi akan ditetapkan sebagai juara yang akan diumumkan sekira pukul 14:00 WIB. Pemberian hadiah berupa trofi dan uang tunai juga akan dilaksanakan pada waktu yang sama.
“Biar ada greget lah. Biar tidak hanya pulang membawa tropi, paling tidak minimal ada untuk penambah gizi supaya tidak stunting,” kelakar Hosen.
Reporter: Ochid
Editor: Ahnu

