PAMEKASAN – Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kecamatan Proppo menggelar kajian rutinan, bertempat di kediaman Noviana, Pangorayan, Proppo, Pamekasan, Ahad (29/01/2023).
Dalam kajian kali ini, membahas tentang tata cara dan praktik salat jamak dan qasar sebagai bekal menghadiri puncak peringatan hari lahir (Harlah) satu abad Nahdlatul Ulama (NU) di Gelora Delta Sidoarjo pada 07 Februari mendatang.
Ust. Lukmanul Hakim, Wakil Rais Syuriah Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Proppo hadir sebagai pemateri untuk mengulas tata cara serta syarat-syarat salat jamak dan qasar.
Sebelum menyampaikan materi, Ustaz Lukman mengapresiasi pengurus IPNU-IPPNU Proppo yang masih konsisten mengadakan kajian ilmiah, “Apresiasi yang luar biasa temen-temen pengurus yang terus berjuang menghidupkan Banom (Badan Otonom, Red) termuda di NU ini,” ujarnya.

Alumnus PP Miftahul Ulum Bettet Pamekasan itu melanjutkan, jamak dan qasar merupakan salah satu bentuk rukhsah bagi orang yang sedang melakukan perjalanan jauh.
“Rukhsah dalam kitab ‘Ghayat al-Wushul’ yaitu perubahan hukum asal ada sebab tertentu, salah satunya yaitu jamak dan qasar,” terang Ustaz Lukman.
Usai menjelaskan secara detail masalah jamak dan qasar, Ustaz Lukman mengharap kepada semua pengurus agar bisa mengamalkannya. “Saya berharap kajian kita kali ini bisa diamalkan ketika mau bepergian, seperti pergi untuk menghadiri puncak satu abad nanti di Sidoarjo,” tegasnya.
Di akhir penyampaian, Ustaz Lukman juga mengajak seluruh kader IPNU-IPPNU agar bisa menjadi konten kreator supaya dapat membentengi ajaran Aswaja dari serangan wahabisme, “Kalau bisa, buatlah konten-konten yang bertemakan Aswaja, untuk membentengi saudara-saudara kita dari ajaran sesat mereka (wahabi, Red),” pesannya.
Kontributor: Ary Hidayad
Editor: Ahnu

