PAMEKASAN — Bulan Rabiulawal sebagai bulan kelahiran Nabi Muhammad SAW. tak ingin dilewatkan begitu saja oleh Rayon-Rayon Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) dibawah koordinasi PMII Komisariat Universitas Islam Madura (UIM) Pamekasan. Hal itu terlihat ketika digelarnya acara Maulid Nabi oleh Aliansi Rayon PMII UIM di sekretariat Rayon, Nyalabu Laok, Pamekasan, Kamis (21/11/2019) malam.
Riyan Hidayat selaku ketua penyelenggara menuturkan, acara maulid tersebut memang dikemas sesederhana mungkin agar tidak merepotkan para pengurus rayon. Yang terpenting, menurutnya, tidak lupa memperingati maulid nabi di bulan Rabiulawal tahun ini sebagai bukti kecintaan terhadap Nabi Muhammad SAW.
“Sahabat-sahabat, acara ini memang dikemas ‘sedesa’ (sederhana sangat) mungkin, jadi mohon maaf atas segala kekurangannya,” ungkap mahasiswa Fakultas Ekonomi tersebut.
Acara yang dihadiri oleh beberpa perwakilan pengurus komisariat tersebut juga dihadiri oleh puluhan kader PMII dari tiga Rayon, yaitu Rayon Madani, Rayon FKIP, dan Rayon Ekonomi. Sementara itu perwakilan Rayon Al-Mardiyah tidak bisa hadir karena kendala jarak geografis yang tidak memungkinkan karena sekretariatnya berada di Kecamatan Waru Pantai Utara.
Meski sederhana, acara yang diisi dengan pembacaan surat yasin dan Shalawat Barzanji bersama tersebut berjalan lancar dan khidmat, bahkan beberapa kader terlihat meneteskan air mata saat Shalawat Barzanji berkumandang.
Iwan, Ketua Rayon FKIP, yang akrab disapa Wawan, merasa senang dan bersyukur. Seba, di tengah-tengah kesibukannya dengan program kaderisasi di rayonnya, pihaknya bisa menyempatkan menggelar acara maulid nabi, karena komisariat sudah menggelar acara yang sama beberapa hari sebelumnya.
“Saya senang dan bersyukur masih bisa menggelar maulid, padahal agenda kaderisasi sangat padat bahkan dalam satu minggu kami harus berbagi waktu dengan rayon-rayon lain. Ini karena komisariat sudah mengadakan maulid, jadi kami rayon juga merasa harus mengadakan juga,” ungkap mahasiswa Fakultas Agama Islam tesebut.
Tak hanya itu, usai acara maulid selesai, kader-kader yang hadir tidak langsung pergi meninggalkan tempat. Mereka masih melanjutkan kebersamannya dengan berdiskusi melingkar bertopik teologi, tentang tuhan dan sifat-sifatnya. Diskusi berlangsung alot bahkan terlihat salah satu kader yang menyingsingkan lengan bajunya karena geram.
Reporter: Ali Wafa
Editor: Abror

