PAMEKASAN — Aswaja NU Center (Asnuter) Pengurus Cabang Nahdhatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pamekasan menggelar acara Dialog Aswaja bertema “Pendalaman dan Pembumian Ajaran Ahlu Sunnah Wal Jamaah” di Aula PCNU Kantor PCNU Kabupaten Pamekasan, Sabtu (27/06/2026).
Acara ini menjadi momentum penting dalam memperkuat ideologi Nahdlatul Ulama (NU) di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks. pada.
Dalam sambutannya, Ketua Asnuter Kabupaten Pamekasan, K. Sya’roni Syam, menegaskan bahwa segenap pengurus di bawah kepeimpinannya memiliki komitmen total kepada NU, yaitu sam’an wa tha’atan (mendengar dan menaati).
Ia mengibaratkan komitmen ini dengan mengambil pelajaran mendalam dari peristiwa bersejarah penempatan “tongkat Nabi Musa” di Jombang yang tidak pernah dipindah.
“Artinya, sekali para ulama telah menanamkan satu komitmen, maka selamanya komitmen itu akan terus kita jaga,” ujarnya.
Selain komitmen kesetiaan tersebut, Kiai Sya’roni juga menegaskan misi besar Asnuter Kabuapten Pamekasan ke depan, yakni berkomitmen penuh untuk memusnahkan segala bentuk “bidah” di bumi Pamekasan.
Pernyataan tersebut mendapat respon positif dan apresiasi tinggi dari PCNU Kabupaten Pamekasan. Dalam sambutannya, Sekretaris PCNU Kabupaten Pamekasan, K. Ikhsan Ikhwani menyampaikan, bahwa Pamekasan memiliki tantangan yang berbeda dibanding daerah lain. Karena, menurutnya, dewasa ini terjadi penyebaran yang masif ideologi-ideologi yang bertentangan dengan NU. Tantangan tersendiri ini dinilai menjadi tugas khusus bagi Aswaja Center untuk mengontrol dan membentengi masyarakat agar tidak terpengaruh.
“…Khususnya Asnuter untuk meng-counter hal tersebut lebih dalam untuk masif menyampaikan, mensosialisasikan Aswaja an-nahdhiyah…” ucapnya.
Meski menghadapi tantangan ideologi luar, Kiai Ihsan mengaku sangat bangga dengan komitmen yang disampaikan oleh Ketua Asnuter Kabupaten Pamekasan.
“…PCNU akan siap sepenuhnya mem-back-up dan mendukung apa yang dilakukan oleh Asnuter,” akunya.
Hal ini didukung oleh fakta di lapangan, sekitar 90 persen masyarakat di Pamekasan sebenarnya menerapkan amaliah NU. Kekuatan basis massa tersebut dapat dilihat dan diidentifikasi secara jelas melalui harakah serta fikrah (pemikiran) keagamaan yang dipraktikkan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.
“… Penting sekali PCNU [Kabupaten Pamekasan] membentuk badan khusus yakni Aswaja NU Center. Sehingga untuk menyuarakan istilah Aswaja an-nahdhiyah akan lebih lantang dari PCNU yang lain. Karena memang banyak yang mengaku Aswaja tapi bukan an-nahdhiyah“, ungkapnya lagi.
Reporter: Risma
Editor: Redaktur

