HSN

Bahtsul Masail se-Jawa-Madura, Pemerintah Daerah Pamekasan Harapkan Solusi Nyata bagi Umat

PAMEKASAN – Bupati Pamekasan, KH. Kholilurrahman, menyampaikan dukungan terhadap penyelenggaraan Bahtsul Masail se-Jawa-Madura di Pondok Pesantren Taman Sari, Ahad (18/10/2026). Dukungan itu disampaikan dalam sambutan yang dibacakan oleh Camat Palengaan, Hasyim Abdurrahim.

Pada kesempatan itu, Hasyim menyampaikan permohonan maaf Kiai Kholil yang tidak hadir secara langsung dalam kegiatan tersebut, karena tugas mendadak. Meski demikian, Hasyim mengatakan, Pemerintah Kabupaten Pamekasan tetap memberikan perhatian terhadap kegiatan keilmuan yang mempertemukan kalangan pesantren dari berbagai daerah di Jawa dan Madura.

Pemerintah Kabupaten Pamekasan, lanjut Hasyim, mengapresiasi penyelenggaraan Bahtsul Masail sebagai tradisi musyawarah dan diskusi ilmiah di lingkungan pesantren. Forum ini, katanya, menjadi ruang bagi para ulama dan santri untuk mengkaji berbagai persoalan berdasarkan khazanah keilmuan Islam.


Baca juga: Hadiri Bahtsul Masail se-Jawa-Madura, PCNU Pamekasan Ingatkan Lima Kesadaran Santri


“Pemerintah Kabupaten Pamekasan mengapresiasi terselenggaranya kegiatan Bahtsul Masail ini. Tradisi musyawarah dan diskusi ilmiah di lingkungan pesantren merupakan ruang penting untuk membahas berbagai persoalan yang berkembang di tengah masyarakat,” ucapnya membacakan sambutan Bupati Pamekasan.

Bupati Pamekasan berharap forum tersebut tidak hanya menjadi ruang pertukaran pemikiran, tetapi juga menghasilkan rumusan dan solusi yang dapat diterapkan dalam kehidupan masyarakat. Hasil pembahasan diharapkan mampu menjadi pedoman bagi umat, khususnya di Kabupaten Pamekasan dan Kecamatan Palengaan.

“Melalui Bahtsul Masail ini, diharapkan lahir solusi-solusi yang memberikan manfaat dan menjadi pedoman bagi masyarakat dalam menghadapi berbagai persoalan keumatan,” tegasnya.

Pemerintah Kabupaten Pamekasan juga menyatakan komitmennya untuk mendukung kegiatan diskusi ilmiah sebagai sarana mencari jalan keluar atas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat. Dukungan tersebut diharapkan dapat memperkuat peran pesantren dan ulama dalam memberikan kontribusi bagi kehidupan sosial dan keagamaan.


Reporter: Risma
Editor: Ahnu