Oleh: Taufik Hasyim*
Beberapa bulan lalu, Ketua Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Pamekasan, Rekanita Luluk Fariseh, menghubungi saya, katanya Ketua dan pengurus IPPNU Jawa Timur (Jatim) minta waktu mau ketemu saya, tapi karena sulitnya mengatur waktu antara saya dan ketua Pimpinan Wilayah (PW) IPPNU hingga tidak bisa bertemu, lalu saya arahkan untuk ketemu KH. Ihya’uddin Yasin, Wakil Ketua PCNU Pamekasan dan H Dahlan, Sekretaris PCNU Pamekasan, dan beliau bertemu di kantor PCNU Pamekasan dan dari pertemuan itu saya dapat laporan bahwa Konferensi Wilayah (Konferwil) IPPNU Jatim akan dilaksanakan di Pamekasan.
Terakhir saya bertemu dengan Ketua IPPNU Jartim pada saat akreditasi NU Award di Kantor PCNU Pamekasan, kemudian setelah itu, sekitar 10 hari yang lalu, pengurus IPPNU Jatim dan beberapa pengurus PC IPPNU Pamekasan datang ke rumah saya menyampaikan perihal Konferwil Ini.
Pada pembukaan Konferwil IPPNU Jatim di Pendopo Pamekasan, tadi sore, semakin membuka mata hati saya betapa hebatnya Nahdlatul Ulama, sebab di badan otonom (Banom) NU bernama IPPNU ini, begaimana pemudi-pemudi NU dilatih, dididik dan digembleng tentang perjuangan, pengabdian, kegigihan, ketangkasan dan khidmah untuk agama, nusa dan bangsa.
Dalam sambutan Ketua PW IPPNU Jatim, yaitu Rekanita Puput, yang begitu lugas, tanggap, haru dan penuh semangat dalam berkhidmah terhadap organisasi pemudi NU ini. Tak kurang IPPNU Jatim memiliki lebih dari 40 Cabang di beberapa kabupaten di Jatim dan punya ratusan Pimpinan Anak Cabang (PAC) serta ribuan pengurus Komisariat dan Ranting di seluruh Jawa Timur ini, betul-betul membuka cakrawala berfikir kita tentang arti dari sebuah perjuangan kaderisasi organisasi seperti NU.
Kita tidak bisa menafikan bahwa keberadaan IPPNU di Jatim, khususnya di Pamekasan, sangat terasa manfaatnya utamanya dalam membangun dan membentuk kader yang akan menjadi ibu-ibu Muslimat NU dan calon ibu pemimpin di masa mendatang.
Sebagai orang NU, saya semakin cinta pada NU, sebab sejak masa pelajar, sudah diajari tentang bagaimana berorganisasi, tentang loyalitas, kebersamaan, juga diajari bagaimana cara berjuang, belajar dan bertakwa yang dibdalamnya ada proses yang harus dilalui mulai sejak Masa Kesetiaan Anggota (Makesta), Latihan Kader Muda (Lakmud) hingga Latihan Kader Utama (Lakut), di dalamnya juga ada canda, tawa dan berbagai dinamika berorganisasi dan demokrasi.
Dari sini juga bisa diambil hikmah tentang betapa besarnya NU, organisasi pelajar putri saja memiliki cabang lebih dari 40 se-Jatim, belum Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU), GP Ansor, Fatayat NU, Muslimat NU, Pergunu, Pagar Nusa dan NU itu sendiri.
Semoga Konferwil di Pamekasan kali ini, betul-betul membuka mata kader IPPNU Pamekasan untuk semakin gigih, semangat dan selalu inovatif serta tidak kenal lelah dalam belajar, berjuang dan bertakwa serta kader-kader NU ke depan betul menjadi kader yang sesuai dengan sabda Nabi yaitu: “Syubbanul Yaum Rijalul Ghad”.
Atas nama PCNU Pamekasan, saya ucapakan selamat ber-Konferwil kepada Rekanita semua.
Pamekasan, 27 Desember 2022.
*Ketua PCNU Pamekasan

