News

Didukung Separuh Lebih Muktamirin, Gus Yahya Nakhodai PBNU

BANDAR LAMPUNG — Muktamar ke-34 Nahdlatul Ulama (NU) melewati persidangan terakhir, yakni sidang pleno pemilihan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) yang akan menjadi nakhoda baru selama lima tahun ke depan. Dalam persidangan ini ada dua fase pemilihan: pertama, pemilihan bakal calon Ketua Umum; kedua, pemilihan calon Ketua Umum PBNU.

Pada pemilihan bakal calon, KH. Yahya Cholil Staquf atau yang akrab disapa Gus Yahya berhasil meraih suara terbanyak dan mengalahkan bakal calon lainnya. Adapun perolehan suara pada fase pertama ini sebagai berikut: KH. Yahya Cholil Staquf: 327, KH. Said Aqil Siroj: 203, KH. Asad Said Ali: 17, KH. Marzuki Mustamar: 2, Ramadhan Bayo: 1, Abstain: 1, Batal: 1. Sedangkan jumlah total keseluruhan suara ialah 552.

Berdasarkan kesepakatan pada sidang pleno tata tertib Muktamar ke-34 NU, maka Gus Yahya bersama Kiai Said melaju ke fase selanjutnya, yakni pemilihan calon Ketua Umum PBNU, usai menyatakan kesiapannya berkhidmat sebagai Ketua Umum dan mendapatkan restu Rais ‘Aam terpilih.


Baca juga: Kiai Miftachul Akhyar Kembali Terpilih Sebagai Rais ‘Aam PBNU


Tidak jauh berbeda dengan fase pertama, pada fase kedua ini, perolehan suara Gus Yahya masih mengungguli Kiai Said. Gus Yahya memperoleh 337 suara, sedangkan Kiai Said didukung 210 suara, dan satu suara batal.

Gus Yahya lahir di Rembang, Jawa Tengah 55 tahun lalu, tepatnya 16 Februari 1966, ia merupakan putra KH Muhammad Cholil Bisri, pengasuh Pondok Pesantren Raudlatut Thalibin di Leteh, Rembang, Jawa Tengah. Tidak hanya itu, Gus Yahya juga merupakan kakak KH. Yaqut Cholil Qoumas atau yang akrab dipanggil Gus Yaqut, Menteri Agama (Menag) RI.

Selain dikenal sebagai tokoh agama, ayah Gus Yahya juga dikenal sebagai sosiolog dan politikus pendiri Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Kakeknya juga seorang tokoh besar NU, KH Bisri Mustofa, penyusun Kitab “Tafsir Al Ibriz”.


Reporter: Ahnu
Editor: Redaktur