PAMEKASAN — Semarakkan Hari Santri Nasional (HSN) 2026, Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) dan Lembaga Perekonomian Nahdlatul Ulama (LPNU) Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pamekasan menggelar Diklat Santri Webpreneur di SMK Miftahul Ulum Kebun Baru Putri, Selasa (20/10/2026).
Kegiatan bertema: “Jihad Ekonomi Santri di Era Digital” ini menghadirkan pemateri Dhoqi Dofiri, salah atu pengurus Lakpesdam PCNU Kabupaten Pamekasan.
Sebagaimana tema, pelatihan tersebut memfokuskan pembahasan pada santri webpreneur, yakni program pengembangan wawasan kewirausahaan berbasis situs web dan pemasaran digital atau digital marketing. “Materi yang diberikan disesuaikan dengan kebutuhan zaman serta keahlian jurusan para santri. Hal ini bertujuan agar para santri mampu memanfaatkan teknologi digital untuk membangun bisnis secara mandiri,” ujar tenaga pengajar di Pondok Pesantren Nurul Jadid, Bungbaruh, Kadur, Pamekasan.
Selama kegiatan berlangsung, pemateri memberikan pemahaman teoretis beserta petunjuk praktis mengenai tata cara promosi produk di platform digital. “Pembekalan tersebut dirancang untuk mendorong kolaborasi antarjurusan, seperti penggabungan potensi para santri dari bidang Rekayasa Perangkat Lunak (RPL, Red) dan Tata Busana. Melalui sinergi ini, santri diharapkan dapat menciptakan produk sekaligus memasarkannya secara profesional,” jelasnya.
Ia mengapresiasi tingginya antusiasme serta tingkat pemahaman para santri selama pelatihan berlangsung. Menurutnya, para santri memiliki dasar keahlian yang memadai, seperti penguasaan pemrograman dasar dan pembuatan produk. Hal itu mempermudah proses penyampaian materi, sehingga interaksi belajar mengajar berjalan interaktif dan efektif.
“Melihat tingginya minat santri, kegiatan ini diharapkan dapat terus berlanjut dan dikembangkan secara berkesinambungan di masa mendatang. Para peserta tidak hanya mendapatkan wawasan baru, tetapi juga menunjukkan pemahaman penguasaan teknologi digital telah menjadi kebutuhan utama bagi generasi muda saat ini,” ucapnya.
Ia berharap akses dan fasilitas internet di lingkungan pesantren dapat ditingkatkan guna mendukung kegiatan praktik secara langsung. Dengan ketersediaan infrastruktur digital yang memadai, ilmu dan keterampilan yang diperoleh santri dapat diterapkan secara maksimal.
Kontributor: Hairunnas (MNU-X.10.021)
Editor: Ahnu

