News

Gelar Dirosah Aswaja An-Nahdliyah, PP Bettet Datangkan Lora Ismael Al-Kholilie

PAMEKASAN – Pondok Pesantren (PP) Miftahul Ulum Bettet Pamekasan melalui Biro Pendidikan Takhossus Diniyah mendatangkan Lora Ismael Al-Kholilie pada pelaksanaan “Dirosah Aswaja [Ahlussunnah wal Jama’ah] An-Nahdliyah”, Senin malam (30/10/2023), di Aula Lantai III Madrasah Diniyah Putra Miftahul Ulum, pesantren setempat.

Mengangkat tema “Aktualisasi Konsep Aswaja Ala KH. Hasyim Asy’ari di Eral Milenial” kegiatan ini merupakan upaya pondok pesantren yang berdiri sejak 1912 itu guna menguatkan paham ke-Aswaja-an dan menyambung sanad kepada zuriah Syaikhana Kholil Bangkalan.

“Kita semua santri Bettet, pendiri pertama pondok kita ini, KH. Muhammad Sirojuddin juga pernah santri KH Kholil Bangkalan dan kiai kita juga yang membawa NU di bumi Pamekasan. Maka pantas bagi kita mengikuti jejak beliau dengan menguatkan pemahaman ke-Aswaja-an,” tutur Ust. Khoirul Anam, Ketua Panitia.

Dalam penyampaiannya, Lora Ismael mengaku baru tahu pendiri Bettet pernah nyantri di Bangkalan. “Ini merupakan pertanda bertemunya kembali Kiai Kholil Bangkalan dan Kiai Sirojuddin bettet,”ungkapnya.

Lebih lanjut, Lira Ismael mengatakan, santri milenial dan Gen-Z sekarang harus meneladani ajaran Aswaja ala KH. Hasyim Asy’ari melalui pengamalan ajaran-ajaran yang terkandung di dalamnya.

“Sekarang, santri selain mengamalkan, juga harus menyebarkan luas ajaran Aswaja di media sosial, karena saya yakin santri Bettet juga bisa menjawab dan menjadi solusi permasalahan ke-Aswaja-an di lingkungan masyarakat,” tegasnya.

Di akhir penyampaiannya, Lora Ismael juga memberi ijazah agar ilmu yang didapat bisa bermanfaat dan gampang diingat. Salah satunya ialah ijazah selawat yang diberikan oleh KH. Hasyim Asy’ari dan surat Al-A’la.

Program Dirosah Aswaja An-Nahdliyah berjalan beberapa tahun di PP Miftahul Ulum Bettet Pamekasan yang dilaksanakan oleh Biro Pendidikan Takhossus Diniyah. Banyak pemateri-pemateri nasional yang sudah diundang dan hadir, mulai almarhum KH. Azizi Hasbullah, KH. Makruf Khozin, Gus Mubin Wong dan sekarang Lora Moh. Ismael Amien Al-Kholilie Bangkalan.


Reporter: Ary Hidayad

Editor: Ahnu