SAMPANG – Seiring kemajuan teknologi digital yang setiap hari memanjakan manusia, media sosial menjadi alat komunikasi paling mudah dalam meraup informasi. Namun bagi warga Madura tidak boleh menelan mentah-mentah semua informasi di media sosial yang berpotensi menghancurkan Negara Kesatuan Republik Indnesia (NKRI). Warga Madura harus tetap menjaga negara ini melalui berkhidmat di NU.
“NU Didirikan oleh KH. Hasyim Asy’ari pada tahun 1926 dan mendapat restu dari Syaikhana Kholil Bangkalan yaitu untuk kemaslahatan umat,” jelas Ketua Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Sampang, KH. Khoiron Zaini, saat memberikan sambutan pada acara santunan anak yatim oleh MWCNU Karang Penang, di Desa Tlambah, Karang Penang, Sampang, Sabtu (29/08/2020).
Gus Khoiron, sapaan akrabnya, menegaskan, Syaikhana Kholil Bangkalan merupakan guru mayoritas ulama di Madura dan Jawa yang terkenal kealimanya, kewalianya dan sanad keilmuanya sudah jelas.
“Jadi, jangan pernah pergi dari Nahdhatul Ulama yang sanad keilmuanya sudah sangat jelas. Maka bagi warga Madura wajib hukumnya merasa memiliki terhadap NU dan jangan percaya dengan Islam garis keras yang baru-baru ini mulai bergerak di negara kita,” ujarnya.
Kiai muda yang pernah menuntut ilmu di Tarim Yaman itu juga mengingatkan agar tidak tertipu dengan isu-isu khilafah perongrong Pancasila yang saat ini sering ditemukan di media sosial dan media massa.
“Masuknya Islam garis keras ke negara kita sangat berpengaruh terhadap keutuhan NKRI, maka jangan sampai menelan mentah-mentah dengan bisikan khilafah-wahabi yang selalu mengharamkan tahlil dan maulidan,” lanjutnya.
Kemudian, Ketua Umum Majelis Pemuda Bersholawat (MPB) At-Taufiq itu juga menjelaskan, salah satu cara kelompok Islam garis keras menghancurkan negara ini ialah dengan menghancurkan NU terlebih dulu.
“Maka tetaplah jaga marwah NU,” pungkasnya.
Reporter: Asy’ari
Editor: Ahnu

