PAMEKASAN – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pamekasan menggelar Halalbihalal, Sabtu (26/04/2025), di Aula Lantai 2 Kantor PCNU Pamekasan, Jl. R. Abd. Aziz, No. 95 Jungcangcang, Pamekasan, Jawa Timur.
Kegiatan yang diikuti lembaga, badan otonom (Banom) dan badan khusus di bawah koordinasi PCNU Kabupaten Pamekasan itu dihadiri KH. Sodiqun A. Karim, Ketua Lembaga Wakaf dan Pertanahan (LWP) Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur, KH. Kholilirrahman Bupati Pamekasan, Kapolres Pamekasan, Kepala Bakorwil IV Pamekasan, Dandim Pamekasan, Direktur RSUD dr. Mohammad Noer Pamekasan, Ketua Satgas Badan Wakaf Indonesia (BWI) Jawa Timur, Kepala Kantor Kementerian Agama Pamekasan, dan Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Pamekasan.
Kehadiran beberapa stakeholder tersebut tidak hanya menjadi momentum mempererat silaturahmi antara PCNU Kabupaten Pamekasan dengan pemerintah daerah setempat, melainkan juga memperkuat sinergitas lintas sektor, khususnya di Kabupaten Pamekasan.
KH. Taufik Hasyim, Ketua PCNU Kabupaten Pamekasan, dalam sambutannya menegaskan kesiapannya dalam bersinergi dan menjadi mitra strategis berbagai pihak. Kiai Taufik menyampaikan, struktur organisasi yang dipimpinnya kini menjangkau hingga ke tingkat ranting dan anak ranting di setiap desa dan kelurahan.
Tidak hanya itu, PCNU Kabupaten Pamekasan, menurut Kiai Taufik, juga menaungi 22 lembaga yang bergerak di berbagai bidang, seperti pertanian, pertanahan, perekonomian, dan pendidikan.
“Insyaallah, PCNU [Kabupaten] Pamekasan siap bersinergi demi mendapatkan keberkahan. Di momen halalbihalal ini, mari kita ciptakan suasana ceria ‘tanpa dusta di antara kita’,” ujar Rektor Institut Agama Islam Miftahul Ulum (IAIMU) Pamekasan itu.
Lebih lanjut, alumnus Pondok Pesantren Lirboyo Kediri, Jawa Timur itu menjelaskan, acara halalbihalal ini sekaligus dikemas dengan sosialisasi program percepatan sertifikasi tanah wakaf. Ia menekankan pentingnya percepatan tersebut, guna menghindari sengketa tanah yang kerap terjadi, akibat tidak adanya legalitas resmi atas tanah wakaf.
“Saat ini, PWNU (Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama, Red) Jawa Timur menargetkan penerbitan 100.000 sertifikat tanah wakaf dalam tahun 2025. Oleh karena itu, seluruh pengurus MWCNU (Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama, Red), ranting, serta lembaga-lembaga di bawah naungan PCNU [Kabupaten] Pamekasan untuk berperan aktif mendata tanah wakaf yang belum bersertifikat dan segera mengurus legalitasnya melalui LWPNU,” paparnya.
Di akhir sambutannya, Kiai Taufik mengingatkan pentingnya keaktifan semua lembaga dan Banom dalam periode kepengurusannya. Kiai taufik berharap, setiap lembaga segera menyusun dan melaksanakan program kerja sesuai dengan tugas dan fungsinya dalam mendukung kiprah NU di tengah masyarakat.
Reporter: Asrafi
Editor: Redaktur

