PAMEKASAN – Badan Otonom (Banom) yang menghimpun kaum perempuan Nahdlatul Ulama, Muslimat NU Cabang Pamekasan terus bergerak eksis hingga berhasil meraih penghargaan Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI).
Hal tersebut disampaikan Ketua Pimpinan Cabang (PC) Muslimat NU Pamekasan, Ny. Mafrudlah, pada acara pelantikan pengurus PC Muslimat NU Pamekasan, Sabtu (17/12/22), di Pondok Pesantren Al-Falah, Dusun Tengah, Branta Tenggi, Tlanakan, Pamekasan.

“Alhamdulillah, berkat kerjasama yang baik semua pengurus, kini Muslimat NU Pamekasan berhasil meraih penghargaan Rekor MURI,” ujarnya dengan nada bahagia.
Capaian bergengsi itu tertuang dalam Piagam Penghargaan No: 10765/R.MURI/XII/2022. Piagam ini diberikan kepada PC Muslimat NU bidang Seni dan Budaya dalam pemanfaatan dan pelestarian salah satu budaya tradisional, berupa “Sajian dengan Menggunakan Taker”.
Baca juga: Rekor Dunia Muri Warnai Pelantikan Pengurus Muslimat NU Pamekasan Periode 2022-2027
Ny. Romlah Shomad saat diwawancarai Media NU Pamekasan menyampaikan, pemanfaatan budaya tradisional tersebut selain memang bertujuan melestarikan budaya lokal juga dapat menghemat besarnya anggaran dan dapat mengurangi sampah yang berserakan.
“Pemanfaatan budaya tradisional berupa taker ini dengan segala sajian di dalamnya, selain memang untuk melestarikan budaya lokal yang telah turun-temurun juga dapat menghemat besarnya anggaran dan dapat mengurangi sampah yang berserakan,” papar Ketua IV PC Muslimat NU Pamekasan tersebut.
Sebanyak 10.000 taker disediakan dalam resepsi pelantikan PC Muslimat NU Pamekasan sekaligus menyambut 1 Abad NU.
“Dalam resepsi pelantikan kali ini, PC Muslimat NU Pamekasan menyediakan 10.000 taker yang dibagikan kepada seluruh para undangan dan Alhamdulillah ludes tanpa sisa,” jelas Mantan Ketua Korp PMII Putri (Kopri) Pengurus Komisariat (PK) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Universitas Islam Madura Pamekasan itu.
“Diraihnya rekor MURI oleh PC Muslimat NU Pamekasan menunjukkan semarak dan semangat Muslimat NU Pamekasan dalam melestarikan budaya dan potensi alam Indonesia, tentu hal ini menjadi gelora para kaum wanita di Pamekasan khususnya dalam mengukir karsa dan karya prestasi terunggul sebagaimana bidang keahlian yang telah ditekuni,” pungkasnya.
Reporter: Bibur Idam
Editor: Redaktur

