NEWS

IPNU-IPPNU Proppo Kaji Sepak Terjang Gus Dur

PAMEKASAN – Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kecamatan Proppo sukses menggelar kajian rutinitas, bertema “Sepak Terjang Gus Dur Sebagai Guru Bangsa”, Ahad (03/01/2021), di kediaman Aisyatul Qomariyah, Desa Pangorayan, Proppo, Pamekasan.

Agenda setengah bulan sekali ini bertujuan mengasah kemampuan serta membangun solidaritas antar sesama pengurus PAC IPNU-IPPNU di Kecamatan Proppo.

Bertindak sebagai pemateri, Ketua Majelis Dzikir dan Sholawat (MDS) Rijalul Ansor PC GP Ansor Kabupaten Pamekasan, R. Maltuful Anam. Dalam penyampaiannya, alumnus Pondok Pesantren Miftahul Ulum Panyeppen, Palengaan, Pamekasan ini mengurai sepak terjang Gus Dur yang menurut sebagian penilaian orang dianggap nyeleneh.

“Pemikiran Gus Dur adalah pemikiran inklusif-substansial yang mana mengedepankan persatuan dan kedamaian dengan landasan kalimatun sawa’, yang berfikir jauh ke masa depan, bukan pemikiran ekslusif yang mengaku bahwa kita adalah sebagai wakil-wakil Allah,” jelas Ra Maltuf, sapaannya.

Menurutnya, pemikiran konstroversial Gus Dur merupakan pemikiran progresif yang jauh membaca masa depan dan sulit dipahami umum, karena perbedaan maqam.

“Karena setiap sepak terjang beliau kita tidak bisa menebak apa yang akan dilakukan oleh beliau, karena beliau merupakan orang yang dibuka hijab-nya oleh Allah dan sebagai waliyullah,” lanjutnya.

Namun, lanjut Ra Maltuf, ada hambatan yang dihadapi Gus Dur baik sebagai Ketua Umum PBNU maupun Presiden Indonesia.

“Hambatan beliau menjadi presiden adalah salah waktu, karena pada saat itu Indonesia akan disulut apinya untuk memecah belah Indonesia dan Gus Dur datang sebagai pemadam kebakaran untuk menghambat kebakaran (perpecahan). Pada saat menjadi PBNU pun beliau mendapat hambatan dari Orde Baru dengan mengutus Abu Hasan untuk jadi penantang Gus Dur. Tapi Alhamdulillah Gus Dur yang terpilih,” paparnya.

Hambatan-hambatan itu, menurutnya, muncul dari orang-orang yang secara umum mau menghancurkan Indonesia dan NU karena memiliki kepentingan politik praktis. Tetapi, dengan bantuan para ulama dan para santri Gus Dur dapat melewati hambatan-hambatan tersebut dengan baik, karena para Ulama ingin mempertahankan ‘PBNU’ (Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, NKRI dan UUD 1945) dan organisasi Nahdlatul Ulama.

Acara ini dihadiri oleh Ketua PC IPNU Pamekasan, Ketua PAC GP Ansor Proppo, Ketua PAC IPNU-IPPNU Kecamatan Proppo dan seluruh kepengurusan.


Reporter: Amel
Editor: Ahnu