NEWS

Terus Bergerak, Kiai Misbah Apresiasi PRNU Palengaan Daja I

PAMEKASAN – Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Palengaan Daja I menggelar agenda pertemuan rutin Lailatul Ijtima’ ke-2, Rabu malam (06/01/2020) di Dusun Londalem, Desa Palengaan Daja, Kecamatan Palengaan, Pamekasan, Jawa Timur.

Kegiatan yang diikuti Pengurus Harian, Lembaga dan Badan Otonom (Banom) di lingkungan PRNU Palengaan Daja I itu dihadiri K. Mukhlis Natsir dan KH. Misbahol Munir Asy’ari, Ketua Tanfidziyah dan Rais Syuriah Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Palengaan.

Dalam sambutannya, K. Mukhlis menyampaikan, agenda Lailatul Ijtima’ yang dilaksanakan ranting NU merupakan program yang diprioritaskan oleh MWCNU Palengaan. Selain itu, Bahtsul Masail juga program penting yang menjadi ruh Nahdlatul Ulama, karena di dalamnya bisa menghasilkan putusan hukum yang mencerahkan umat.

Lebih lanjut, Kiai Mukhlis menyebutkan, warga NU harus berterima kasih kepada muassis Nahdlatul Ulama dengan bentuk menghidupkan yang sudah diwariskan, sembari berharap mendapat berkah para ulama dan auliya’.

“Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama, sebagaimana arahan Rais Syuriah MWCNU Palengaan, diserukan untuk menghidupkan Lailatul Ijtima’ atau Yaumul Ijtima’ dan Bahtsul Masail. Program lainnya silakan dijalankan, sesuai dengan ranting masing-masing,” jelasnya.

Sementara itu, KH. Misbahol Munir mengapresiasi gerakan PRNU Palengaan Daja yang baru dikukuhkan beberapa bulan lalu, pascapemekaran.

“Saya merasa sangat bahagia, karena ranting-ranting NU terus bergerak.
Lailatul Ijtima’ ini warisan para sesepuh NU yang biasa dilaksanakan secara rutin, ada yang setiap bulan, dua bulan dan tiga bulan. ‘Koloman’ rutinan semacam ini merupakan salah satu warisan NU yang mesti diteruskan oleh kita saat ini,” ungkap Kiai Misbah.

Wakil Rais Syuriah PCNU Pamekasan tersebut mengajak, agar warga NU tidak perlu malu dan harus merasa bangga menjadi bagian dari keluarga besar organisasi yang didirikan oleh KH. Hasyim Asy’ari itu.

“Karena NU ini didirikan oleh para wali Allah. Tujuannya bukan untuk main-main, yaitu untuk menyatukan umat Islam mengusir penjajah kala itu dan menyelamatkan kuburan Nabi Muhammad melalui Komite Hijaz. Karena berkat NU, sampai saat ini umat Islam dari seluruh dunia bebas ziarah ke makam Rasulullan Muhammad SAW.,” paparnya.

Tambahan informasi, di Desa Palengaan Daja, terdapat empat PRNU. Hal ini bertujuan mempermudah dakwah NU kepada masyarakat setempat agar lebih mudah dijangkau, mengingat luasnya desa tersebut.


Reporter: Aboonk
Editor: Ahnu