PAMEKASAN — Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pamekasan menggelar kegiatan Ziarah Maqbarah Muassis dan Muharrik NU di kabupaten berjargon Gerbang Salam itu. Kegiatan ini merupakan bagian rangkaian hari lahir (Harlah) satu ABAD NU sekaligus menyongsong Konferensi Cabang (Konfercab) NU Pamekasan 2026. Seluruh pengurus badan otonom (Banom), lembaga, dan badan khusus di lingkungan PCNU kabupaten Pamekasan turut dalam kegiatan tersebut.
Ziarah ini menjadi momentum menjaga kesinambungan sejarah dan sanad keilmuan NU dengan para ulama pendahulu. Salah satu tokoh yang diziarahi adalah Alm. KH. Mohammad Adzro’ie di maqbarah Pondok Pesantren (PP) Sumur Putih. Kiai Adzro’ie merupakan salah satu ulama kharismatik yang tercatat pernah menjabat sebagai Syuriah NU tahun 1930-an, sekaligus menjadi bagian penting mata rantai perjuangan NU di Pamekasan.
Pengasuh PP Sumur Tengah, KH. Muarif Thantowi, mengatakan, ziarah memiliki makna spiritual dan sosial sekaligus. “Bersilaturahmi kepada yang wafat dan kepada putra-putra beliau yang masih ada menjadikan sambungan kita lengkap. Semoga membawa keberkahan dan manfaat,” ujarnya, Sabtu (24/01/2026).
Ia juga menyampaikan pesan yang diwariskan para pendahulunya itu. “Kami bersyukur atas kehadiran rombongan PCNU [Kabupaten Pamekasan}. Mbah kami pernah berwasiat, jika sedang mengalami kesusahan, seringlah datang ke maqbarah kami,” tuturnya.
Pada kesempatan itu juga, Katib PCNU Kabupaten Pamekasan KH. Ihyauddin Yasin, menjelaskan, kunjungan ke lokasi ini memiliki nilai historis tersendiri.
“Ziarah maqbarah ke kawasan pesantren ini baru pertama kali masuk dalam rute resmi PCNU [Kabupaten] Pamekasan,” ungkapnya.
Ia menambahkan, kegiatan ziarah dilakukan di tiga titik utama. “Rutenya dimulai dari maqbarah PP Miftahul Ulum Bettet, kemudian ke Sumur Putih, dan terakhir ke PP Matsaratul Huda Panempan. Ikatan seperti ini penting agar kita selalu mendapatkan keberkahan dari para muassis dan muharrik NU [Kabupaten] Pamekasan,” jelasnya.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembacaan tahlil dan doa bersama di maqbarah, kemudian dilanjutkan silaturahmi dengan keluarga zuriah muassis pondok pesantren. Suasana khidmat terasa saat para kiai, pengurus, serta keluarga besar pesantren berkumpul dalam satu majelis doa.
Reporter: Asrofi
Editor: Redaktur

