PAMEKASAN — Kegiatan ziarah Maqbarah muassis dan muharrik PCNU Kabupaten Pamekasan menjadi momentum penting menjaga kesinambungan rohani antara generasi penerus dengan para ulama pendahulu. Agenda ziarah ini merupakan bagian rangkaian hari lahir (Harlah) satu Abad NU sekaligus penguatan nilai-nilai spiritual organisasi.
Kegiatan berlangsung khidmat dengan dihadiri jajaran pengurus PCNU Kabupaten Pamekasan, badan otonom (Banom), lembaga, serta keluarga besar pesantren setempat. Ziarah tidak hanya dimaknai sebagai tradisi, tetapi juga sebagai ruang refleksi sejarah perjuangan NU di Pamekasan.
Mustasyar PCNU Pamekasan, KH. Kholilurrahman, menekankan pentingnya menjaga sambungan spiritual tersebut. “Dengan ziarah ini, ikatan rohani dengan para muassis tetap terjaga. Ini penting agar semangat perjuangan mereka terus hidup.”
Baca juga: Jelang Konfercab, PCNU Pamekasan Ziarahi Makam Penggerak dan Pendiri NU
Menurutnya, pesantren dan ulama salaf merupakan fondasi berdirinya NU yang harus terus dihormati. Tradisi ziarah menjadi sarana menjaga adab, sanad, dan nilai perjuangan yang diwariskan.
Pandangan serupa disampaikan Penjabat (Pj) Ketua PCNU Kabupaten Pamekasan, KH. Muchlis Nasir. Kiai Muchlis menilai kegiatan semacam itu dapt menguatkan sambungan emosional dan rohani antara para pendiri dan penggerak NU.
“Ziarah ini penting untuk menyambung ikatan emosional dan rohani dengan para muassis dan muharrik NU Pamekasan.”
Ia menilai, hubungan emosional tersebut menjadi penguat organisasi dalam menghadapi tantangan zaman. Melalui kegiatan ini, NU Pamekasan diharapkan tetap kokoh secara spiritual dan organisatoris.
Reporter: Asrofi
Editor: Redaktur

