PAMEKASAN – Menjelang usia satu abad Nahdlatul Ulama (NU), Pimpinan Ranting (PR) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kelurahan Kangenan mengadakan kajian yang dihadiri langsung oleh Ketua Pimpinan Cabang (PC) GP Ansor Kabupaten Pamekasan, Senin malam (19/12/2022), di Masjid Nurul Mustofa, Jl. Kangenan, Kelurahan Kangenan, Gg. VI, Pamekasan.
Dalama sambuatannya, Maltuful Anam, Ketua PC GP Ansor Kabupaten Pamekasan, berharap kader-kader GP Ansor di kelurahan tersebut menjadi pemersatu umat, bukan malah menjadi pemecah belah ummat.
“Pola dakwah kita ini di NU tidak ada pola dakwah saling menyerang, pola dakwah caci-maki yang membuat ketersinggungan, karena kita betul-betul mengikuti cara yang Nabi Muhammad SAW terapkan, di antaranya, ketika Rasulullah berdakwah bertemu dengan musuh, dihantam oleh musuh, Rasulullah tersenyum,” paparnya.
Selain itu, Ra maltuf, sapaan akrabnya, mengajak kader GP Ansor Kangenan agar tidak malu menampakkan identitas dirinya sebagai anggota GP Ansor dan Banser.

“Kenapa masih ada NU, Ansor dan Banser? Karena Ansor dan Banser yang memiliki komitmen untuk menjaga keamaan dan kedamain umat beragama,” imbuhnya.
Pada kesempatan itu juga, Ra muhammad, Ketua PR GP Ansor Kelurahan Kangenan, guna membakar semangat anggota GP Ansor yang merasa malu dengan identitasnya, menceritakan sejarah GP Ansor.
“Karena sejarah Ansor, Ansor adalah yang memberantas PKI,” jelasnya.
Kegiatan rutin ini dihadiri oleh Lora Muhammad, Ketua PR GP Ansor Kelurahan angenan, Ust. Hadiri, PRNU Kelurahan Kangenan, Abd. Ghani dan Rosi Baswedan, Pengurus PC GP Ansor Pamekasan, Nurul Hidayat, Sekertaris MDS-RA GP Ansor Kabupaten Pamekasan, anggota Remaja Masjid (Remas) Masjid Nurul Mustofa, serta anggota GP Ansor Kelurahan Kangenan.
Reporter: Faisal A.P
Editor: Redaktur

