Tak Berkategori

Jelang Tahun Politik NU Nyatakan Netral

PAMEKASAN – Menjelang tahun 2018, nuansa politik mulai terasa di Kabupaten Pamekasan. Berkenaan hal ini, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Pamekasan nyatakan tidak berpihak pada calon tertentu.

Pernyataan ini disampaikan oleh Ketua Tanfidziah PCNU Pamekasan, KH. Taufik Hasyim, dalam sambutannya pada rapat bulanan PCNU Pamekasan di kediaman KH. Abd. Wahid, Jl. Dirgahayu, Gg. 7, No. 4. Pamekasan.

“Akhir-akhir ini ‘aroma politik’ mulai tercium,” ujar Ra Taufik, sapaan akrab alumni PP. Lirboyo, Kediri Jawa Timur tersebut.

Ra Taufik mengaku, sebelum KH. Abdul Mannan Fadholi, Rais Syuriah PCNU Pamekasan, wafat ia dipesan untuk tidak ikut campur dalam urusan politik.

“Kamu dan saya tidak boleh ikut-ikutan politik. NU harus ada di tengah-tengah. Netral. Kalau (pengurus. Red.) yang lain, tidak apa-apa. Yang penting tidak membawa nama NU,” kata Ra Taufik menirukan pesan almarhum Kiai Mannan.

Kiai Mannan, tutur Ra Taufik, khawatir panasnya persaingan politik di Pamekasan berimbas kepada jalannya organisasi.

Mantan aktivis PMII Kediri ini mengutip pernyataan mantan Ketua Umum PBNU almarhum KH. Hasyim Muzadi, bahwa NU jangan dicantolkan dengan Pilkada, politik, tetapi dicantolkan dengan pesantren, lailatul ijtima’, kebudayaan. Jika NU dicantolkan dengan politik dan kekuasaan, maka NU akan jaya pada saat pemenang politik berkuasa.

Reporter: Ahnu
Editor: Taufiqurrahman

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *