News

Kelebihan Metode “Tartila” Bagi Anak Pemula Menurut JQHNU Pamekasan

“Pasti kualitas bacaan anak akan bagus, karena di ‘Tartila’ itu ada 6 jilid, di mana di jilid pertama anak diajarkan makharij al-huruf dengan tepat dan benar. Di Fase ini, anak akan ditata dan digembleng karena menjadi pondasi awal untuk anak bisa baca Alquran. Dari sisi shifat al-huruf, tentu anak jauh akan lebih fasih dalam mengucapakan bacaan Alquran,” imbuhnya.

Kelebihan yang ketiga, lanjut Ustaz Khoirul, anak tidak hanya fokus belajar pada bacaan, tetapi juga pada lagu-lagu Alquran.

“Sebagaimana nama ‘Tartila’ yaitu membaca Alquran dengan pelan, secara benar baik dari tajwid, makharij al-huruf-nya, shifat al-huruf-nya dan lain-lain, sekaligus bisa membaca dengan baik, melaui irama lagu-lagu Alquran di tiap-tiap jilid. Biasanya, untuk lagu pertama lagu rost, apalagi dunianya anak-anak adalah bernyanyi,” terangnya.

Kelebihan yang keempat, kalimat yang tersusun di jilid “Tartila” semuanya mengacu langsung kepada Alquran.

“Jadi anak-anak dengan sendirinya fasih dalam membaca Alquran,” ucapnya.

Kelebihan yang terakhir, menjaga anak dari “serangan” metode baca Alquran di luar Ahlus Sunnah wal Jamaah.

“Yang terakhir ini juga terpenting. Kenapa? Karena kami juga mendapat info miring bahwa ada metode Alquran yang lain selain metode ‘Tartila’ ini. Selain mengajarkan Alquran juga membawa misi yang lain yang akan berdampak pada doktrinasi anak. Untuk itu, ayo rapatkan barisan kembalikan anak pada ‘Tartila’,” harapnya.

Hadir dalam kesempatan relaunching ini, Ikatan Guru TK Muslimat NU (IGTKMNU) Pamekasan, Pengurus TPQ, Pengurus Takmir Masjid di Pamekasan, 28 Pengurus Pondok Pesantren dan 11 Pengurus PAC JQHNU di Pamekasan untuk mengikuti kegiatan sosialisasi metode “Tartila”.


Reporter: Syarofi
Editor: Redaktur