News

Kelebihan Metode “Tartila” Bagi Anak Pemula Menurut JQHNU Pamekasan

PAMEKASAN – Seiring berkembangnya zaman, metode baca Alquran cukup beragam. Tetapi apakah menjamin dengan metode yang baru itu akan memberikan kualitas bacaan anak menjadi bagus? Atau output yang dihasilkan kualitasnya menjadi bagus?

Untuk itu, Pimpinan Cabang (PC) Jamiyatul Qurra wal Huffaz Nahdlatul Ulama (JQHNU) Pamekasan melakukan relaunching metode “Tartila” sebagai salah satu metode mempercepat bacaan Alquran anak di Pamekasan yang dilaksanakan di Aula Kantor PCNU Pamekasan.

Dalam kesempatan itu, Ust. Khairul Amin, Ketua PC JQHNU Pamekasan, membeberkan tentang kelebihan metode “Tartila” ini. Pertama, perumus metode ini sudah pasti ahl al-qur’an, yang kapasitas keilmuannya tidak diragukan lagi.

Adapun nama perumusnya ialah: KH. Drs. M. Syahrul Munir, KH. Masruchan, KH Mu’thi Nurhadi, SH, Drs. Ust. Suyatno, KH. Imam Nawawi, KH. M. Yahya Romli, KH. Ahid Sufiaji SQ. M, SI. KH. Choiruddin Abd. Qodir, SH pada tahun 1998 di Pondok Pesantren Jampes Kediri.

“Yang mencetuskan metode Alquran ini adalah produk asli dari PW (Pimpinan Wilayah, Red) JQHNU Jawa Timur. Saya kenal betul para beliau. Beliau itu adalah hafiz Alquran yang sudah memiliki pondok pesantren sehingga menjadi alasan beliau untuk merumuskan metode ‘Tartila’ ini,” ucapnya, pada Senin (04/07/2022).

Kelebihan yang kedua, kualitas bacaan Alquran anak pasti bagus, baik segi makharij al-huruf maupun shifat al-uruf.