News

Ketua IPNU-IPPNU Pamekasan Nilai Kepolisian Lamban Tangani Kasus “Muhammad Izzul”

PAMEKASAN – Sudah dua minggu tidak ada kejelasan atas kasus penghinaan yang dilakukan oleh akhn Facebook Muhammad Izzul terhadap KH. Taufik Hasyim, Ketua Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Pamekasan menilai kinerja kepolisian tidak sesuai dengan alat canggih yang dimilikinya.

Badrut Tamam, Kamis (15/10/2020) meminta Polda Jawa Timur harus bertindak tegas terhadap kasus-kasus ujaran kebencian yang menimpa para ulama-ulama NU, utamanya kepada Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Pamekasan.

“Mengingat sudah lebih dari dua Minggu kasus ini berlarut-larut, dan kami rasa ini tidak sesuai dengan peralatan canggih yang dimiliki kepolisian hanya untuk menangkap satu akun yang tidak bertanggung jawab itu,” ungkap Ketua PC IPNU Pamekasan itu.

Diketahui, akun atas nama Muhammad Izzul ini tidak hanya menghina Ketua PCNU Pamekasan, pun juga terhadap Ketua PCNU Sumenep. “Kalau memang tidak bisa melacak akun tersebut, berarti alat-alat dan SDM yang dimiliki kepolisian bisa dibilang sudah tidak berguna lagi,” tegasnya.

Dalam kesempatan yang sama, hal senada juga disampaikan Fathiyatul Janah. Fatim, sapaannya, turut bersuara terhadap kasus ini. Ia bersama kader Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Pamekasan menginginkan kasus ini cepat diselesaikan agar pemilik akun ini jera atas perbuatannya.

“Segera selesaikan kasus ini, agar dapat memberikan efek jera dan tidak ada pencemaran nama baik lagi kepada tokoh-tokoh NU, hususnya di Kabupaten Pamekasan,” tukas Ketua PC IPPNU Pamekasan.


Reporter: Batam
Editor: Ahnu