PAMEKASAN – Menuntaskan masa khidmah selama dua tahun, Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kecamatan Kadur menggelar Konferensi XV, Jumat (04/06/2025), di Gedung Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Falah (STAIFA) Pamekasan, Jl. Sumber Gayam, Kecamatan Kadur, Kabupaten Pamekasan.
Konferensi ini turut dihadiri oleh Ketua Pimpinan Cabang (PC) IPNU Pamekasan, M. Ghufron Hadi, yang menyampaikan apresiasi dan beberapa catatan penting dalam sambutannya.
“Konferensi ini menjadi bukti bahwa estafet kepemimpinan di setiap PAC (Pimpinan Anak Cabang, Red) harus terus berjalan. Walaupun ada tantangan, proses kaderisasi tidak boleh berhenti,” ujarnya.
Ghufron juga menyoroti pentingnya keberadaan Majelis Alumni IPNU-IPPNU dalam mengawal kaderisasi di tingkat PAC. Ia menyebut hanya dua PAC yang memiliki struktur alumni yang aktif, yakni PAC Tlanakan dan PAC Kadur
“Kadur dan Tlanakan telah memiliki Majelis Alumni [IPNU-IPPNU] yang berfungsi sebagai pengawal dan pengarah. Mereka tetap terhubung dengan para senior melalui komunikasi yang intens, yang kami sebut dengan istilah sowan. Ini patut diapresiasi dan bisa menjadi contoh bagi PAC lainnya,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia mendorong seluruh PAC di Pamekasan agar segera membentuk Majelis Alumni sebagai mitra strategis membina kaderisasi supaya tetap terarah dan berkelanjutan.
Menutup sambutannya, Ghufron berharap kepemimpinan PAC IPNU dan IPPNU Kadur yang telah didemisioner mendapat “husnulkhatimah”, serta ketua terpilih dapat mengemban amanah dengan baik.
“Semoga kepengurusan yang telah didemisioner berakhir dengan ‘husnulkhatimah’, dan ketua baru yang terpilih bisa menjalankan roda organisasi secara amanah dan berkesinambungan,” pungkas pemuda asal Palengaan itu.
Reporter: Vika Anjani
Editor: Redaktur

