PAMEKASAN – Jurnal Nahnu: Journal of Nahdlatul Ulama and Contemporary Islamic Studies yang dikelola Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Palengaan, Kabupaten Pamekasan, berhasil meraih akreditasi SINTA 4. Capaian tersebut mendapat apresiasi dari sejumlah tokoh Nahdlatul Ulama dan pimpinan perguruan tinggi di Pamekasan yang menilai keberhasilan itu sebagai tonggak penting dalam penguatan tradisi akademik di lingkungan NU.
Ketua PCNU Kabupaten Pamekasan, KH. Muchlis Nasir, menyebut akreditasi tersebut sebagai prestasi yang membanggakan sekaligus menjadi momentum untuk membangun budaya akademik di lingkungan Nahdlatul Ulama. “PCNU [Kabupaten] Pamekasan mengapresiasi dan mendukung secara penuh terbitnya jurnal ilmiah Nahnu MWCNU [Kecamatan] Palengaan yang mendapatkan akreditasi SINTA 4. Ini merupakan prestasi yang luar biasa,” ujarnya, Kamis (30/07/2026).
Menurut Kiai Muchlis, keberhasilan tersebut tidak boleh berhenti pada satu lembaga. Ia berharap MWCNU lainnya di Kabupaten Pamekasan turut mengembangkan publikasi ilmiah. “Kami mendorong kepada MWC-MWC termasuk di PCNU [Kabupaten] Pamekasan, karya yang bernuansa ilmiah ini harus dikembangkan. Harapannya di MWC lain juga melakukan hal yang sama. Artinya nuansa ilmiah itu harus dihidupkan kembali,” katanya.
Apresiasi juga disampaikan Rektor Institut Agama Islam Miftahul Ulum (IAIMU) Pamekasan, KH. Moh. Zahid. Menurutnya, keberhasilan Jurnal Nahnu menjadi bukti bahwa Nahdliyin mampu menghasilkan publikasi ilmiah yang berkualitas apabila dikelola dengan serius. “Saya sebagai seorang akademisi dan sekaligus sebagai aktivis, pengurus jam’iyah Nahdlatul Ulama sangat bangga dengan pencapaian ini. Sesungguhnya di kalangan Nahdliyin ketika berkenan, mau, dan serius menekuni kajian-kajian ilmiah, termasuk menyediakan jurnal ilmiah, insyaallah bisa,” tuturnya.
Lebih lanjut, guru besar bidang Ulumul Qur’an itu berharap capaian tersebut mampu menginspirasi lahirnya lebih banyak karya ilmiah dari kalangan Nahdliyin. Ia juga mengingatkan bahwa pengelolaan jurnal memerlukan dedikasi yang tinggi. “Mengelola jurnal ilmiah itu tidak mudah, perlu ketekunan, perlu kesungguhan bahkan perlu ‘gila jurnal’. Mudah-mudahan pencapaian ini memberikan inspirasi sekaligus semangat bagi semua pihak untuk menuangkan gagasan dalam bentuk artikel ilmiah,” paparnya.
Sementara itu, Rektor UIN Madura, Saiful Hadi, menilai akreditasi SINTA 4 menjadi indikator bahwa tata kelola jurnal di lingkungan MWCNU di Pamekasan telah memenuhi standar nasional. “Kami mengapresiasi, sangat membanggakan bahwa terdapat Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama, khususnya di Kabupaten Pamekasan, telah memiliki dan mengelola jurnal yang berstandar mutu sesuai dengan peraturan pemerintah,” katanya.
Menurut Saiful Hadi, keberadaan Jurnal Nahnu juga membuka ruang yang lebih luas bagi para akademisi, guru, peneliti, dan warga NU untuk memublikasikan hasil pemikiran mereka. “Ini menjadi penanda bahwa terdapat perubahan tata kelola pimpinan Majelis Wakil Cabang NU, khususnya bagi para peneliti, penulis, ataupun guru-guru untuk mengaktualisasi gagasan, pemikiran, dan kemampuan dalam bidang akademik yang dapat terpublikasi di Jurnal Nahnu,” ujarnya.
Rektor Universitas Islam Madura (UIM) Pamekasan, KH. Ahmad Asir, turut menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut. Ia berharap keberhasilan Jurnal Nahnu dapat mendorong peningkatan kualitas publikasi ilmiah di lingkungan Nahdlatul Ulama. “Atas nama pimpinan UIM Pamekasan menyampaikan apresiasi, selamat dan sukses atas capaian Jurnal Nahnu. Mudah-mudahan semua elemen Nahdlatul Ulama melakukan juga peningkatan mutu terkait dengan penulisan karya ilmiah lewat Jurnal Nahnu,” ucapnya.
Keberhasilan Jurnal Nahnu meraih akreditasi SINTA 4 diharapkan menjadi pemacu tumbuhnya tradisi riset dan publikasi ilmiah di lingkungan Nahdlatul Ulama. Dukungan dari pimpinan organisasi maupun perguruan tinggi menunjukkan bahwa penguatan budaya akademik kini menjadi salah satu agenda penting dalam pengembangan sumber daya intelektual warga Nahdliyin.
Reporter: Ahnu
Editor: Redkatur

