NEWS

Ketua PCNU Pamekasan Sesalkan Perusakan Foto KH. Said Aqil Siroj

PAMEKASAN — Warga Nahdlatul Ulama (NU) atau Nahdliyin Pamekasan dibuat geram atas perusakan foto KH. Said Aqil Siradj, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), oleh oknum tak bertanggung jawab di pertigaan Bandungan, Pakong, Pamekasan.

Pada baliho ucapan Selamat Hari Raya Idul Fitri oleh PCNU Pamekasan berukuran 3×5 meter itu terpampang foto KH. Miftahul Akhyar (Rais Aam PBNU), KH. Said Aqil Siradj, KH. Afifuddin Thaha (Rais Syuriah PCNU Pamekasan) dan KH. Taufik Hasyim (Ketua PCNU Pamekasan). Namun, yang dirobek hanya foto KH. Said Aqil Siradj.

Mengetahui hal itu, KH. Taufik Hasyim, Ketua PCNU Pamekasan, menyesalkan tindakan tidak bertanggung jawab itu. Menurutnya, pada momentum Hari Raya Idul Fitri ini seharusnya masyarakat bisa menjaga sikap dan saling menghormati satu sama lain.

“Baliho yang terpasang itu ucapan selamat Idul Fitri. Kejadiannya juga bersamaan dengan momen hari raya umat Islam. Jadi, yang melakukan itu pasti orang yang tidak berakhlak dan tidak mempunyai dasar iman, karena orang yang beriman dan berakhlak tidak akan melakukan hal semacam itu,” sesal Kiai Taufik, Selasa (11/06/2019).

Pengasuh Pondok Pesantren Bustanul Ulum Sumber Anom Angsanah Palengaan itu menduga, perobekan foto KH. Said Aqil Siradj dilatarbelakangi kebencian atau rasa iri terhadap kebesaran Nahdlatul Ulama.

“Kalau tidak, pelakunya itu orang gila yang tidak berilmu dan hatinya sudah kotor dengan dipenuhi kebencian kepada NU. Bisa juga dia itu orang yang ambisi menjadi pimpinan organisasi dan ingin masuk NU, tapi malu karena sudah sangat membenci NU atau dia tidak tahan melihat dakwah NU yang bisa diterima semua kalangan,” imbuhnya.

Kiai Taufik mengimbau warga NU Pamekasan, agar tetap tenang dan tidak terpancing oleh provokasi seperti apapun, meski ia heran atas beberapa kejadian di Pamekasan yang sering merugikan NU. Pihaknya juga akan meminta aparat keamanan menindak tegas pelaku-pelaku provokasi yang dapat memecah belah bangsa.

“NU tidak pernah punya masalah dengan siapapun. Jadi, warga NU, saya harap tetap tenang. Aparat juga harus tegas menindak para pelaku provokasi. Kalau perlu, tangkap hingga aktor intelektualnya, karena negara ini bisa hancur, jika para provokator tidak ditangkap,” imbaunya.

“Silakan kalian membenci, silakan kalian iri dan silakan kalian hasud kepada NU. Insya Allah, NU ke depan akan semakin maju, eksis dan terus berdakwah sesuai garis khitthah,” pangkasnya.


Reporter: Abror
Editor: Ahnu