PAMEKASAN – Bagi seorang santri, jihad dalam konteks saat ini bukanlah jihad fisik, sebagaimana para santri terdahulu dalam memperjuangkan dan merebut kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dari tangan penjajah. Hal ini disampaikan oleh KH Anwar Zahid pada pelaksanaan pengajian akbar peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2023 Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pamekasan, Rabu malam (18/10/2023), di Lapangan Aryo Menak Senoyo, Proppo.
Alumnus Pondok Pesantren Langitan, Tuban, Jawa Timur itu melanjutkan, jihad santri di zaman sekarang ialah menampakkan dan mengamalkan nilai-nilai keislaman Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) dalam kehidupan sehari-hari.
“Bagian dari jihad kita (santri, Red) hari ini adalah menampakkan dan mengamalkan nilai-nilai keislaman,” tegas pengasuh Pondok Pesantren Sabilunnajah Simo, Probolinggo itu.
Kiai Anwar Zahid mencontohkan beberapa kota terbersih di dunia seperti Tokyo dan Singapura, yang notabene tidak berada di negara mayoritas berpenduduk Islam. Sedangkan Indonesia sebagai negara berpenduduk mayoritas beragama Islam yang memiliki konsep “al-nazhafatu min al-iman”, tidak bisa mempraktikkan itu.
Baca juga: Puluhan Ribu Nahdliyin Hadiri Pengajian Akbar HSN 2023 PCNU Pamekasan
“Di mana-mana ditulis ‘al-nazhafatu min al-iman’, di masjid di tulis ‘al-nazhafatu min al-iman’. Tapi, coba jedingnya masjidmu itu, kamar mandinya itu, pesingnya fi al-dini wa al-dunya wa al-akhirah,” ucap Kiai Anwar Zahid dibarengi gelak tawa hadirin.
Umat Islam, lanjut Kiai Anwar Zahid, juga punya konsep “al-sariqu wa al-sariqatu fa-qtha’u aydiyahuma…” yang menjelaskan tentang hukuman potong tangan bagi pelaku kriminal yang merampas harta benda orang lain. Konsep ini, menurut Kiai Anwar Zahid, seharusnya dapat mengurangi angka pencurian dan tindak pidana korupsi, bukan justru sebaliknya: pencuri dan koruptor semakin merajalela.
“Nah, ini jihadnya santri di zaman seperti ini ya di situ: menampilkan nilai-nilai Islam ahlussunnah wal jama’ah dalam kehidupan sehari-hari,” lanjut Kiai Anwar Zahid disambut tepuk tangan jemaah.
Reporter: Aboonk
Editor: Ahnu

