PAMEKASAN — KH. Asep Syafiuddin Chalim menegaskan, Allah menyeru dalam Al-Qura’an supaya memilih pemimpin yang beriman dan takwa. Ia langsung mengajak warga Nahdliyin baik kiai maupun santri memilih pemimpin yang rajin shalat.
Baca juga: Jelang Pilpres, Ulama dan Warga NU Pamekasan Rapatkan Barisan
“Al-Qur’an menyeru kepada kita, carilah pemimpin yang rajin shalat seperti pak Jokowi, karena indikator pemimpin yang takwa dan beriman itu bisa menjaga shalat,” tuturnya di hadap kiai dan santri pada acara Silaturrahmi Ulama Pamekasan di PP. Alfalah Sumber Gayam, Senin (04/02/2019).
Dalam pidatonya, Kiai Asep mengungkapkan kepribadian Jokowi. Ia mengaku pernah shalat bersama Jokowi dalam jarak yang sangat dekat tanpa ada penghalang sedikitpun.
“Pak, saya pernah shalat bersama Pak Jokowi dalam jarak tiga senti meter. Saya perhatikan beliau kebetulan tidak ada hijab (penghalang. Red.) antara saya dengan beliau. Subhanallah, shalatnya persis seperti kita. Apalagi menurut salah satu wali di Jawa Tengah yang pendiam, garis keturunan Pak Jokowi sampai ke Joko Tingkir yang dalam hal itu sama dengan Gus Dur,” tuturnya.
Kiai Asep juga mengisahkan, suatu ketika dirinya dikunjungi Mahfud MD, salah satu mantan tim sukses pasangan lawan Jokowi. Mahfud, tutur Kiai Asep, pernah mengajak shalat calon Presiden yang dulu didukungnya. Tapi, ia menolak dengan alasan sedang pening.
Dalam kesempatan yang sama, Kiai Asep juga menceritakan sosok Jokowi yang, menurutnya ahli zakat, tidak banyak berbicara, tapi banyak kerja.
“Terbukti, pak, pada masa SBY sepuluh tahun memimpin, beliau mampu merebut (saham) Free Port sebanyak satu persen. Era Jokowi 51% milik indonesia. Selain itu, BBM yang dulu bila di Madura pertamax 10.000, maka di Papua 80.000. Tapi, sekarang era Jokowi: dari Sabang sampai Merauke semuanya rata 10.000. Apalagi soal tol. Bapak pasti lebih tahu. Itulah beliau,” tuturnya.
Di akhir pidatonya, Kiai Asep menegaskan supaya hadirin tetap satu komando Pilih Jokowi.
“Pak, Allah berfirman, ‘La tas’alu ‘an asyya’a in tubdalakum tasu’kum’, janganlah kalian bertanya (beristikharah) terhadap hal-hal (sesuatu) yang sudah jelas. Jadi tidak usah istikharah lagi. Sudah jelas Jokowi lagi,” ujarnya sambil diiringi tepuk tangan dan senyuman peserta.
Reporter: Syarofi
Editor: Ahnu

