PAMEKASAN – Ketua Panitia Hari Santri Nasional (HSN) 2026 Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pamekasan, KH. Mohammad Haidar Dardiri, menyampaikan warisan literasi ulama hendaknya menjadi teladan santri.
Hal itu disampaikan oleh Kiai Haidar saat pembukaan Diklat Jurnalis Santri (DJS) X yang di selenggarakan oleh Lembaga Ta’lif Wan Nasyr PCNU Kabupaten Pamekasan melalui Media NU Kabupaten Pamekasan, Jumat (16/10/2026) di aula Microteaching PCNU Kabupaten Pamekasan.
”Para tokoh-tokoh pendahulu kita di, antaranya Kiai Hasyim Asy’ari, itu adalah penulis, penulis yang berkarakter. Beliau itu banyak sekali menulis baik itu berupa kitab ataupun [tulisan di] media-media cetak, dulu itu namanya Soeara Nahdlatul Ulama,” jelasnya
Tidak hanya itu, alumnus Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton Probolinggo itu melanjutkan, tulisan pendahulu, seperti Gus Dur yang aktif menulis di majalah dan koran, sangat berharga dan cerdas
“Juga para kiai yang lain seperti yang kita kenal dengan Gus Dur, KH. Abdurrahman Wahid. Beliau adalah penulis utama di majalah-majalah, di koran. Apa yang ditulis oleh para pendahulu kita terutama dari Gusdur, terutama dari kiai itu adalah para penulis yang tulisannya itu sangat berharga sekali, tulisan-tulisannya sangat baik dan cerdas,” katanya.
Karenanya, ia berharap melalui pelatihan tersebut peserta dapat membuat tulisan yang baik serta konten edukasi. Dengan begitu, lanjut Kiai Haidar, Media NU Pamekasan tidak memecah belah umat.
Reporter: Zainur
Editor: Ahnu

