News

Kiai Itsbat, Banom NU di Banyupelle Harus Bersinergi

PAMEKASAN – Salah satu langkah meningkatkan kuantitas kader Nahdlatul Ulama (NU) semua lembaga badan otonom (Banom) harus bergandengan tangan membangun sinergi. Hal ini disampaikan KH Isbat, saat kegiatan rutin Majelis Dzikir Sholawat Rijalul Ansor (MDS-RA) Pimpinan Ranting (PR) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Desa Banyupelle, Selasa malam (06/06/2023) di Dusun Konten, Banyupelle, Palengaan, Pamekasan, tepatnya di kediaman Ahmad Laili Anwari.

“GP Ansor Banyupelle, Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU, Red) Banyupelle harus gandeng dalam gerakan ke-NU-an,” tegas Kiai Itsbat.

PR Fatayat NU, lanjut alumnus Pondok Pesantren Miftahul Ulum Panyeppen, Palengaan, Pamekasan itu, di Banyupelle belum terbentuk. Ia meminta GP Ansor berpikir jangka panjang tentang organisasi khusus pemuda putri NU itu. Salah satu teknisnya, menurut Kiai Itsbat, ialah memperkenalkan kepada Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) sebagai calon pengurus Fatayat NU di tahun-tahun berikutnya.

“Jika rencana program kerja BAANAR (Badan Ansor Anti Narkoba, Red) sosialisasi ke lembaga, nanti bisa kolaborasi dengan IPNU-IPPNU di desa (Banyupelle, Red), sehingga Banom NU di Banyupelle terlihat aktif dan kompak,” tambahnya.

Kesempatan yang sama Rahmat, Ketua PR GP Ansor Desa Banyupelle mengatakan, di antara rencana program kerja Pimpinan Anak Cabang (PAC) GP Ansor Kecamatan Palengaan ialah safari ke pelaksanaan MDS-RA di setiap desa.

Selain itu, Rahmat juga meminta agar setiap pelaksanaan kegiatan rutin MDS-RA di desanya mengirim surat Al-fatihah kepada almarhum Ust. Ahmadi Ali sebagai salah satu pembina GP Ansor di desa Banyupelle, yang baru beberapa waktu lalu mangkat.

“Mungkin tanpa berkat perjuangan beliau, Ansor Banyupelle ini tidak ada,” ucapnya.


Kontributor: Ilham
Editor: Redaktur